kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pembiayaan Budi Gadai Melonjak 52,1% di Semester I-2026, Ini Pemicunya


Minggu, 05 Juli 2026 / 13:17 WIB
Pembiayaan Budi Gadai Melonjak 52,1% di Semester I-2026, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Budi Gadai Indonesia (Dok/Budi Gadai)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan gadai swasta PT Budi Gadai Indonesia (Budi Gadai) mencatat pertumbuhan pembiayaan yang positif pada semester I-2026.

Hingga paruh pertama tahun ini, pembiayaan gadai di Budi Gadai telah tumbuh sebesar 52,1% secara tahunan.

"Pada semester I-2026, tren pembiayaan produk gadai di PT Budi Gadai Indonesia cenderung positif dan stabil," ujar Direktur Budi Gadai, Budiarto Sembiring kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Ruang Pertumbuhan Industri Asuransi di Indonesia Masih Cukup Besar

Kata Budi, permintaan pembiayaan masih didominasi oleh masyarakat yang membutuhkan dana untuk modal usaha, biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga.

Adapun dari sisi penggunaan dana, pembiayaan masih didominasi untuk kebutuhan produktif, terutama modal kerja pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kebutuhan operasional usaha. Selain itu, pembiayaan juga dimanfaatkan untuk biaya pendidikan, kebutuhan rumah tangga, maupun kebutuhan mendesak lainnya.

Di sisi lain, harga emas yang masih bertahan pada level tinggi juga menjadi salah satu pendorong aktivitas gadai. Kondisi ini membuat masyarakat bisa memperoleh nilai pinjaman yang lebih optimal dengan memanfaatkan aset emas sebagai agunan tanpa harus menjualnya.

Memasuki semester II-2026, Budi Gadai masih optimistis prospek bisnis gadai tetap positif. Katanya, kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman diperkirakan masih akan menopang permintaan.

Namun, mereka tetap mencermati sejumlah faktor eksternal, seperti kondisi perekonomian, daya beli masyarakat, dan dinamika harga emas yang bisa mempengaruhi permintaan pembiayaan.

Ke depannya, perusahaan akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, memperkuat pengelolaan risiko, serta meningkatkan kualitas layanan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Berikut Tantangan Jasindo Syariah Dalam Meningkatkan Kontribusi Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×