kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Jasindo Syariah Siapkan Strategi Genjot Asuransi Perjalanan Ibadah di Musim Haji 2026


Kamis, 30 April 2026 / 14:00 WIB
Jasindo Syariah Siapkan Strategi Genjot Asuransi Perjalanan Ibadah di Musim Haji 2026
ILUSTRASI. Jemaah haji kembali ke hotel setelah shalat Dzuhur di masjid Nabawi, (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasindo Syariah menyiapkan sejumlah strategi guna mengoptimalkan peluang pertumbuhan permintaan asuransi perjalanan ibadah pada musim haji 2026.

Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan meningkatnya jumlah jamaah serta semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan selama menjalankan perjalanan ibadah.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Syariah, Wahyudi mengatakan, perusahaan fokus memperkuat kanal distribusi melalui digitalisasi dan peningkatan kapasitas tenaga pemasar.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk asuransi perjalanan ibadah sekaligus meningkatkan literasi terkait manfaat perlindungan haji dan umrah.

“Dari sisi kesiapan, perusahaan fokus memperkuat kanal distribusi, baik melalui digitalisasi maupun peningkatan kapasitas tenaga pemasar,” ujar Wahyudi kepada Kontan, Senin (27/4/2026).

Selain memperkuat distribusi, Jasindo Syariah juga terus mengembangkan produk agar lebih relevan dengan kebutuhan jamaah. Pengembangan dilakukan, antara lain dengan memperluas manfaat perlindungan kesehatan dan risiko perjalanan selama ibadah.

Wahyudi menyebut, secara historis tren asuransi perjalanan umrah menunjukkan pertumbuhan positif.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap berbagai risiko selama perjalanan ibadah, sehingga asuransi mulai dipandang sebagai kebutuhan penting.

“Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko selama perjalanan ibadah, sekaligus menegaskan bahwa asuransi semakin dipandang sebagai kebutuhan yang penting,” katanya.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, Jasindo Syariah memfokuskan strategi pada segmen yang dinilai masih dapat dioptimalkan, terutama umrah dan perjalanan ibadah non-reguler.

Menurut Wahyudi, fokus pada segmen tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan produk maupun distribusi.

Dari sisi distribusi, kerja sama dengan biro perjalanan haji dan umrah masih menjadi kanal utama perusahaan dan terus diperluas untuk memperkuat penetrasi pasar.

Di saat yang sama, Jasindo Syariah juga mulai mengembangkan kanal penjualan langsung ke konsumen sebagai langkah adaptif terhadap perubahan pola perjalanan, termasuk meningkatnya minat perjalanan mandiri.

“Perusahaan juga mulai mengembangkan kanal penjualan langsung ke konsumen sebagai langkah adaptif terhadap potensi perubahan pola perjalanan, termasuk meningkatnya minat perjalanan mandiri,” jelas Wahyudi.

Sejalan dengan berbagai strategi tersebut, Jasindo Syariah menargetkan pertumbuhan premi di segmen perjalanan ibadah tetap terjaga.

Perusahaan berharap kontribusi premi dari umrah dan produk perjalanan syariah lainnya dapat terus meningkat ditopang diversifikasi kanal distribusi yang semakin luas.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri keuangan syariah mencapai Rp 3.131 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,61% secara tahunan.

Sementara itu, aset industri keuangan non-bank (IKNB) syariah tercatat sebesar Rp 188 triliun pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×