kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Berkah pandemi, transaksi dompet digital meningkat


Rabu, 23 Juni 2021 / 19:38 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat iklan dompet digital (Ovo, Go Pay, LinkAja) di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Ke depannya, OVO akan terus mengembangkan produk dan layanan finansial yang menjawab kebutuhan masyarakat, sebagai wujud nyata komitmen perusahaan untuk mendorong inklusi keuangan dengan memudahkan akses terhadap layanan finansial.

Tak mau kalah, LinkAja telah memiliki lebih dari 66 juta pengguna terdaftar dan telah dapat digunakan di lebih dari 1 juta merchant lokal dan lebih dari 350.000 merchant nasional di seluruh Indonesia hingga Februari 2021.  

Linkaja juga menggaet lebih dari 680 pasar tradisional, dan 6.000 online marketplace. Bahkan kini LinkAja dapat digunakan lebih dari 1 juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo melalui ATM, transfer perbankan, jaringan ritel dan lainnya. 

Di sisi lain, layanan Syariah LinkAja telah digunakan oleh 2,5 juta pengguna sejak diluncurkan hingga Maret 2021. Pengguna juga meningkat lebih dari 700% dan volume meningkat lebih dari 600%. 

"Syariah LinkAja sebagai uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariat Islam yang dapat digunakan di seluruh ekosistem LinkAja dan memiliki ekosistem khusus Syariah," tutup Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja. 

Selanjutnya: Catat, pinjol yang tawarkan pinjaman lewat SMS atau WA itu pasti ilegal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×