kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BI minta bank yang terkena skimming percepat impementasi teknologi chip


Senin, 26 Maret 2018 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Patroli antisipasi kejahatan skimming pada ATM


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) membenarkan informasi bahwa pada minggu lalu telah mengumpulkan beberapa bankir dan perusahaan switching. Dalam pertemuan ini dibahas salah satunya mengenai kasus skimming yang terjadi dan percepatan implementasi teknologi kartu chip.

Agusman Kepala Departemen Komunikasi BI membenarkan terkait dikumpulkannya bankir dan perusahaan switching pada minggu lalu.

"Perbankan kami minta implementasi teknologi chip karena dalam ketentuan batas paling lambat sebelum 2021," kata Agusman kepada Kontan.co.id, Senin (26/3). Menurut BI bank yang terkena skimming yaitu BRI dan Bank Mandiri harus lebih cepat mengimplementasikan teknologi chip.

Santoso, Direktur BCA bilang terkait percepatan implementasi teknologi chip ini masih belum ada keputusan tertulis resmi. "Jika ada bank yang mau mempercepat silahkan, tidak ada pembicaraan spesifik," kata Santoso kepada Kontan.co.id, Senin (26/3).

Budi Satria, Direktur BTN bilang belum mengetahui pertemuan BI dan bankir minggu lalu membahas mengenai skimming dan implementasi chip.

"Tapi kami berencana mempepat proses penggantian kartu debit," kata Budi kepada Kontan.co.id, Senin (26/3). Hal ini untuk menjaga nasabah dari persoalan fraud kartu yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×