kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.974   61,00   0,34%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Banyak laporan uang di ATM hilang ternyata diambil oleh istri atau menantu


Senin, 26 Maret 2018 / 14:58 WIB
ILUSTRASI. ANTISIPASI PENCURIAN DATA NASABAH PERBANKAN


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cerita pembobolan uang ATM dengan cara skimming atau penggandaan data di kartu debit sedang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini. Regulator sistem pembayaran Bank Indonesia (BI) sampai mengumpulkan beberapa bankir dan perusahaan switching pada minggu lalu.

Namun di antara beberapa kasus skimming atau pembobolan ini ada cerita menarik terkait beberapa nasabah mengaku terkena skimming namun sebenarnya uang diambil oleh keluarganya sendiri.

Suryono Hidayat, Direktur Marketing PT Rintis Sejahtera (jaringan ATM Prima) bilang kejadian paling sering adalah istri dan menantu yang mengambil uang.

"Ada keluarga di mana neneknya tidur, kemudian kartu debitnya diambil menantu perempuan karena mengetahui password-nya disimpan di kertas," kata Suryono ketika ditemui setelah acara peresmian kerjasama PT DBS Indonesia dengan Jaringan Prima, Senin (26/3).

Kebanyakan laporan kehilangan uang di ATM terjadi di keluarga sendiri. Ada juga kasus di mana orang mempercayakan ke sopir dan office boy ketika mengambil uang, ternyata setelahnya uangnya juga dibobol.

Mengantisipasi hal ini, Suryono menyarankan tidak memberikan password dan PIN ATM ke siapapun bahkan ke istri atau keluarga sendiri karena banyak kejadian pembobolan uang di ATM berawal dari sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×