kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

BI: Pertumbuhan kredit mungkin di bawah target 15%


Senin, 06 Oktober 2014 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. Air rebusan daun salam efektif menurunkan asam lambung tinggi.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Industri perbankan semakin menunjukkan tanda-tanda perlambatan penyaluran kredit. Halim Alamsyah, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menyampaikan, ketidakpastian isu-isu ekonomi dan politik, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri dan luar negeri membuat bank membatasi penyaluran kredit untuk menghindari risiko.

“Kemungkinan kredit di bawah target 15% pada akhir tahun ini,” kata Halim, kemarin. Mengutip laporan uang beredar BI per Agustus 2014, penyaluran kredit perbankan tercatat sebesar Rp 3.518,9 triliun atau tumbuh 13,4% year on year (yoy), atau melambat dibandingkan pertumbuhan 15,0% per Juli 2014. Perlambatan penyaluran kredit tersebut terjadi untuk kredit bersifat produktif, yaitu kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI). 

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengakui, perbankan melakukan revisi kredit melalui rencana bisnis bank (RBB) menjadi level 15%-16%, dari target sebesar 16%-18%. Kondisi ini sejalan dengan kondisi perekonomian dalam negeri yang terus mencatat penurunan target pertumbuhan ekonomi. 

“Memang RBB yang masuk mengindikasikan target pertumbuhan kredit diturunkan, alasan lainnya karena kebutuhan likuiditas mulai mereda,” ucap Muliaman. Selanjutnya, kedua regulator ini akan terus memantau penyaluran kredit perbankan agar sesuai dengan target dan sejalan dengan kondisi perekonomian di dalam negeri. 

Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri, mengatakan, pertumbuhan kredit akan di batas bawah 15% dari target pertumbuhan kredit Bank Mandiri sebesar 15%-17%, karena perlambatan ekonomi. Namun, perlambatan kredit ini tidak mempengaruhi pergeseran besar terhadap rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×