Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren suku bunga tinggi belum menghambat pertumbuhan dana murah PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI). Bank digital ini mencatat pertumbuhan current account savings account (CASA) yang melesat tiga digit hingga Mei 2026.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengungkapkan, posisi CASA perseroan mencapai Rp 2,42 triliun per akhir Mei 2026. Angka tersebut melonjak 161% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 930 miliar.
Menurut Anton, pertumbuhan dana murah tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas nasabah, inovasi produk digital, serta strategi perseroan dalam mempertahankan suku bunga tabungan yang kompetitif.
Baca Juga: Persaingan Dana Makin Ketat, Allo Bank Andalkan Transaksi Digital untuk Jaga CASA
"Sampai dengan akhir Mei 2026, posisi CASA Krom Bank tercatat sebesar Rp 2,42 triliun atau tumbuh 161% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Anton kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).
Di tengah tren suku bunga yang masih tinggi, Anton mengaku belum melihat adanya perpindahan dana nasabah secara besar-besaran dari tabungan dan giro ke deposito.
Meski demikian, pertumbuhan dana deposito juga tetap tinggi. Krom Bank mencatat jumlah nasabah deposito tumbuh 116% secara tahunan.
"Sampai saat ini kami belum melihat pergeseran dana nasabah yang masif dari giro dan tabungan menuju deposito," katanya.
Anton mengakui, kenaikan BI Rate memberikan tekanan terhadap biaya dana (cost of fund). Karena itu, Krom Bank memilih memperkuat likuiditas dan meningkatkan penghimpunan dana murah untuk menjaga profitabilitas.
Menurutnya, strategi tersebut dilakukan agar perseroan tidak perlu menaikkan bunga kredit secara agresif yang berpotensi menekan margin bunga bersih alias net interest margin (NIM).
"Kami fokus pada penguatan likuiditas dan menggalang dana murah agar biaya dana dapat stabil tanpa harus menaikkan bunga kredit secara agresif yang dapat menggerus NIM," ujarnya.
Baca Juga: Industri Asuransi Jiwa Stabil, Fokus Bergeser ke Sertifikasi dan Kualitas Agen
Di sisi lain, Krom Bank memutuskan mempertahankan suku bunga deposito yang berlaku saat ini sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent.
Perseroan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri guna menjaga keseimbangan antara daya saing produk simpanan dan keberlanjutan bisnis.
"Kami tetap melakukan benchmarking secara aktif terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing penawaran dan keberlanjutan bisnis," kata Anton.
Ke depan, Krom Bank akan semakin fokus meningkatkan penghimpunan dana murah melalui penguatan ekosistem digital.
Anton menilai tantangan terbesar saat ini berasal dari agresivitas inovasi produk simpanan yang dilakukan para pemain bank digital, terutama dalam menawarkan suku bunga yang kompetitif.
Meski demikian, Krom Bank memilih memperkuat loyalitas dan aktivitas nasabah dibanding terlibat dalam perang bunga.
Untuk itu, perseroan terus menghadirkan berbagai fitur layanan baru, meningkatkan fleksibilitas transaksi, serta memperluas kerja sama dengan mitra strategis guna mempercepat akuisisi nasabah baru.
"Kami terus berupaya meningkatkan loyalitas dan keaktifan nasabah melalui fitur layanan yang lengkap, berbagai fleksibilitas transaksi, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk memperluas jangkauan akuisisi nasabah," tuturnya.
Baca Juga: Tingkatkan Penetrasi, BRI Insurance Sasar Pelaku Bisnis Ekonomi Kreatif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













