kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.814   -14,00   -0,08%
  • IDX 8.116   84,10   1,05%
  • KOMPAS100 1.145   13,24   1,17%
  • LQ45 827   6,22   0,76%
  • ISSI 288   4,53   1,60%
  • IDX30 430   3,49   0,82%
  • IDXHIDIV20 516   2,72   0,53%
  • IDX80 128   1,24   0,98%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,73   0,53%

BI waspadai tren peningkatan NPL UMKM


Rabu, 09 April 2014 / 16:43 WIB
BI waspadai tren peningkatan NPL UMKM
ILUSTRASI. Nikmati paket Super Besar 8, 9, dan 10 hanya di Promo KFC November 2022. (Dok/KFC)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperhatikan terjadi tren peningkatan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengungkapkan, peningkatan NPL terjadi pada kredit sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Agus, tren peningkatan NPL sektor UMKM tersebut patut diwaspadai karena kecenderungannya sudah mencapai kisaran 3%-4%.

"BI menekankan supaya angka NPL UMKM turun di bawah 3%, dimana sekarang sudah berada diantara 3%-4%," ujar Agus di Jakarta, Rabu (9/4).

Karena itu, bank sentral menghimbau untuk perlu segera dilakukan pengelolaan yang lebih baik oleh perbankan secara umum. Bank Indonesia, lanjut Agus, dari sisi makro prudensial telah berkomunikasi untuk dapat meningkatkan antisipasi dan pengelolaan yang lebih baik.

"Supaya kecenderungan peningkatan NPL tidak terus terjadi," katanya.

Bank sentral sebagai pengawas makroprudensial tidak menghendaki rasio NPL terus meningkat baik secara gross basis maupun nett basis. "NPL kredit secara nasional saat ini masih ada di bawah dan tidak lebih dari 3%," ujar Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×