kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Biaya kredit yang dikeluarkan perbankan pada kuartal III 2020 mulai melandai


Minggu, 15 November 2020 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank swasta di jakarta, Senin (5/10).


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

Sementara hal berbeda justru dihadapi bank pelat merah. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya mencatat kenaikan biaya rasio dari 2,02% pada kuartal II-2020 menjadi 2,50% sampai akhir kuartal III-2020.

“Kenaikan seiring dengan pembentukan pencadangan guna mengantisipasi dampak pandemi,” ungkapnya kepada KONTAN pekan lalu.

Baca Juga: Perdana di Medan, Perkantoran Hak Milik Akses Delipark Mall

Selama sembilan bulan bank terbesar di tanah air ini telah membentuk pencadangan senilai Rp 19,39 triliun, meningkat 24,1% (yoy). Sementara selama kuartal III-2020, BRI membentuk pencadangan paling besar Rp 9,50 triliun, adapun pada kuartal I-2020 senilai Rp 6,59 triliun, dan Rp 3,29 triliun.

Haru menambahkan, sampai akhir tahun biaya kredit perseroan juga ditaksir masih akan meningkat hingga ke level 3,2%. Meskipun rasio tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi awal perseroan perseroan sebesar 3,5%.

Selanjutnya: Pefindo tetapkan peringkat idA- Untuk Bank Papua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×