Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan biaya operasional mulai menekan margin keuntungan perbankan. Bank Indonesia (BI) mencatat biaya overhead (overhead cost / OHC) industri perbankan naik menjadi 3,43% pada April 2026, dari 3,41% pada bulan sebelumnya.
Peningkatan biaya operasional tersebut terutama dipicu oleh naiknya belanja barang dan jasa, beban tenaga kerja, serta beban non-operasional perbankan. Kondisi ini terjadi di tengah tren penurunan biaya dana (cost of fund) yang masih berlangsung.
Berdasarkan laporan BI, kenaikan OHC terjadi di mayoritas kelompok bank. Hanya kelompok Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) yang berhasil mencatat penurunan biaya operasional pada April 2026.
Baca Juga: BI: Suku Bunga Kredit Baru Naik ke 9,31% pada Mei 2026
Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD). OHC BPD meningkat menjadi 3,64% pada April 2026 dari 3,48% pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, kelompok bank BUMN juga mencatat kenaikan OHC menjadi 3,66% dari 3,62%. Adapun kelompok Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) mengalami kenaikan biaya operasional menjadi 1,73% dari 1,68%.
Di sisi lain, kelompok BUSN berhasil menekan OHC menjadi 3,15% pada April 2026 dari sebelumnya 3,19% pada Maret 2026.
Meningkatnya biaya operasional tersebut berdampak pada menyusutnya margin keuntungan perbankan. Secara industri, margin keuntungan turun menjadi 2,19% pada April 2026 dari 2,21% pada bulan sebelumnya.
Penurunan margin terjadi pada sebagian besar kelompok bank. Margin keuntungan BPD turun menjadi 1,98% dari 2,00%, sedangkan bank BUMN turun menjadi 2,35% dari 2,40%.
Penurunan paling dalam terjadi pada kelompok KCBA yang marginnya menyusut menjadi 1,55% dari sebelumnya 1,64%.
BI menilai penurunan margin keuntungan tersebut disebabkan kenaikan biaya operasional yang lebih besar dibandingkan penurunan biaya dana.
"Perbankan masih berupaya menjaga daya saing suku bunga kredit melalui penyesuaian margin keuntungan di tengah meningkatnya biaya operasional," tulis BI dalam laporannya.
Berbeda dengan kelompok bank lainnya, margin keuntungan BUSN tercatat stabil di level 2,04% pada April 2026. Stabilnya margin BUSN ditopang oleh efisiensi operasional melalui penurunan beban tenaga kerja dan beban lainnya.
Ke depan, BI menilai kemampuan perbankan dalam menjaga efisiensi operasional akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan ruang penyesuaian suku bunga kredit.
Pasalnya, meskipun biaya dana masih menunjukkan tren penurunan, kenaikan biaya operasional berpotensi membatasi ruang perbankan untuk memangkas bunga kredit lebih lanjut.
Baca Juga: Likuiditas Membaik, Suku Bunga Dasar Kredit Turun Jadi 8,62% pada April 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













