Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin mendorong perannya sebagai bullion bank atau bank pengelola emas di Indonesia. Hingga Februari 2026, BSI telah emas yang dikelola BSI telah mencapai 22,5 ton.
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, jumlah emas yang dikelola oleh BSI terus bertumbuh sejak resmi ditetapkan sebagai bullion bank. Pertumbuhan ini, ia bilang, sejalan dengan kepercayaan nasabah yang semakin meningkat.
Adapun BSI telah resmi menjadi bullion bank sejak satu tahun lalu. Dengan menjadi bullion bank, BSI dapat mengelola emas berbasis underlying emas fisik.
"BSI kini memiliki ekosistem yang lebih luas, mulai dari perdagangan emas, penitipan emas dan simpanan emas. Tahun ini kami optimistis emas bulion masih menarik bagi masyarakat," kata Wisnu kepada kontan.co.id, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Nasabah Pembiayaan Emas BSI Tumbuh 400% Pada Februari 2026
Wisnu memastikan ke depannya BSI akan terus berinovasi terhadap layanan emasnya. Ia juga bilang, BSI akan meningkatkan kolaborasi dengan regulator dan pelaku industri di layanan emas.
Adapun pada Februari 2026, BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan cicil emas 17,68% (yoy) dan gadai emas tumbuh 19,96% (yoy).
Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai pertumbuhan bullion bank di awal tahun ini cukup pesat. Menurutnya, kehadiran bullion bank membuat emas semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Dengan pengelolaan emas fisik, Emir menyebut bullion bank tidak hanya meningkatkan kepercayaan nasabah, tapi juga menjadikan emas sebagai bagian dari sistem keuangan yang lebih produktif.
"Emas tidak lagi berhenti sebagai perhiasan atau tabungan pasif, melainkan menjadi sumber likuiditas, pembiayaan, dan pertumbuhan baru bagi perbankan syariah," kata Emir saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).
Ke depannya, Emir melihat layanan pembiayaan emas di bank syariah masih berpotensi untuk tumbuh kuat. Dengan syarat sejumlah faktor yang mendukung, mulai dari kemudahan layanan dan informasi, situasi global yang belum mereda, hingga kepastian syariah yang dapat terus dijaga oleh bank.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













