kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.084   45,00   0,26%
  • IDX 7.268   -11,18   -0,15%
  • KOMPAS100 1.005   -1,86   -0,18%
  • LQ45 732   -1,28   -0,18%
  • ISSI 262   1,38   0,53%
  • IDX30 393   -5,31   -1,33%
  • IDXHIDIV20 480   -6,69   -1,37%
  • IDX80 113   -0,14   -0,13%
  • IDXV30 133   -1,33   -0,99%
  • IDXQ30 127   -1,82   -1,41%

Bisnis Gadai Pegadaian Tumbuh Pasca Lebaran, Pinjaman Capai Rp 1,4 Triliun per Hari


Kamis, 09 April 2026 / 11:30 WIB
Bisnis Gadai Pegadaian Tumbuh Pasca Lebaran, Pinjaman Capai Rp 1,4 Triliun per Hari
ILUSTRASI. Gadai Emas (KONTAN/Cheppy A Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja bisnis gadai PT Pegadaian tetap menunjukkan tren pertumbuhan pasca momentum Lebaran 2026. Produk gadai bahkan masih menjadi tulang punggung pembiayaan industri pergadaian.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan bahwa tren bisnis gadai setelah libur Lebaran masih stabil dan terus bertumbuh.

“Faktor-faktor yang memengaruhi tren tersebut masih dipengaruhi oleh dinamika harga emas yang masih di atas 2,3 juta per gram dan kondisi kebutuhan masyarakat yang perlahan terus meningkat pasca lebaran," kata Ferdian kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: OJK Dorong LKM Gunakan SLIK untuk Analisis Kredit Mikro yang Lebih Akurat

Selain itu, kebutuhan masyarakat juga meningkat pasca Lebaran seiring naiknya konsumsi selama periode hari raya. Menurut Ferdian, dinamika ekonomi global turut memberi pengaruh terhadap kondisi tersebut, termasuk dampak tidak langsung dari konflik Iran dan Amerika Serikat.

Dari sisi transaksi, aktivitas gadai tetap meningkat setelah periode libur Lebaran. Pegadaian mencatat rata-rata nominal penyaluran pinjaman dari transaksi gadai mencapai sekitar Rp 1,4 triliun per hari.

“Hal ini mendorong pertumbuhan kredit produk gadai sekitar 1% setelah Lebaran,” jelasnya.

Ke depan, Pegadaian memandang dominasi produk gadai masih akan berlanjut. Hal ini didukung oleh upaya perusahaan dalam meningkatkan penetrasi pasar dan memperkuat posisi sebagai pemimpin di industri pergadaian.

Ferdian menilai, di tengah upaya menjaga stabilitas konsumsi domestik, produk gadai masih menjadi salah satu pilihan masyarakat, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif.

Untuk menjaga pertumbuhan sekaligus mengelola risiko, Pegadaian menyiapkan sejumlah strategi. Perusahaan akan mendorong peningkatan pangsa pasar pada produk unggulan seperti gadai emas dan cicil emas.

Baca Juga: Perkuat Mitigasi Risiko untuk UMKM dan Proyek Daerah, Askrindo Gandeng Pemkab Bone

Selain itu, Pegadaian juga memperkuat digitalisasi layanan melalui aplikasi TRING! serta mengoptimalkan pelayanan di seluruh kanal distribusi, baik outlet maupun non-outlet.

Di sisi manajemen risiko, perusahaan mengantisipasi volatilitas harga emas dengan menerapkan nilai taksiran yang prudent serta menyiapkan berbagai kebijakan untuk menghadapi potensi peningkatan kredit bermasalah.

Sebagai gambaran, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan produk gadai masih mendominasi pembiayaan industri pergadaian dengan porsi sekitar 83% terhadap total atau setara dengan Rp 126 triliun per Februari 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×