Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kinerja pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perusahaan pembiayaan akan tetap tumbuh positif sepanjang 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan hal itu didukung perkembangan ekosistem digital, serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang fleksibel.
"Khususnya dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan formal," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Laba Fintech Lending Meroket Jadi Rp 383 Miliar, Tapi TWP90 Ikut Membengkak
Terkait kinerja, Agusman mengatakan, penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 12,59 triliun per Februari 2026. Nilainya tumbuh 53,53% secara Year on Year (YoY).
Jika dilihat pertumbuhan pembiayaan BNPL per Februari 2026 tercatat melambat, jika dibandingkan posisi per Januari 2026. Adapun pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 71,13% YoY menjadi Rp 12,18 triliun per Januari 2026.
Seiring kinerja positif tersebut, Agusman menyebut minat industri pembiayaan untuk menghadirkan layanan BNPL juga terus berkembang, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, pemenuhan ketentuan yang berlaku, dan pelindungan konsumen.
Sementara itu, Agusman menyampaikan Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat masih terjaga.
Dia menambahkan, NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per Februari 2026 sebesar 2,79%, atau angkanya meningkat atau memburuk dari posisi per Januari 2026 yang sebesar 2,77%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













