kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.717   9,00   0,05%
  • IDX 6.495   -30,59   -0,47%
  • KOMPAS100 847   -2,32   -0,27%
  • LQ45 641   -3,86   -0,60%
  • ISSI 228   -0,07   -0,03%
  • IDX30 358   -2,47   -0,69%
  • IDXHIDIV20 434   -2,79   -0,64%
  • IDX80 97   -0,42   -0,44%
  • IDXV30 120   -0,68   -0,57%
  • IDXQ30 113   -0,75   -0,66%

OJK Dorong LKM Gunakan SLIK untuk Analisis Kredit Mikro yang Lebih Akurat


Kamis, 09 April 2026 / 11:27 WIB
OJK Dorong LKM Gunakan SLIK untuk Analisis Kredit Mikro yang Lebih Akurat
ILUSTRASI. Warga memeriksa Sistem Layanan Informasi Keuangan di konter OJK Checking (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan ketersediaan dan kualitas data untuk mendukung analisis kredit pada segmen mikro menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan hal itu mengingat sebagian LKM masih memiliki keterbatasan kapasitas dalam pengembangan credit scoring.

Oleh karena itu, OJK mendorong LKM untuk memanfaatkan akses terhadap Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai alat bantu dalam analisis kredit.

Baca Juga: Perkuat Mitigasi Risiko untuk UMKM dan Proyek Daerah, Askrindo Gandeng Pemkab Bone

"Ditambah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan pemahaman Know Your Customer (KYC) dan analisis kredit sederhana berbasis prinsip Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral (5C)," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026)

Selain itu, Agusman bilang OJK juga tengah menyusun modul pembelajaran mandiri bagi LKM sebagai bagian dari implementasi roadmap LKM. Dia bilang modul tersebut bertujuan mendukung peningkatan kualitas penyaluran pembiayaan.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, penyaluran pinjaman LKM per Februari 2026 mencapai Rp 1,01 triliun. Jika ditelaah nilainya tumbuh 3,06%, dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar Rp 980 miliar.

Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset LKM per Februari 2026 mencapai Rp 1,57 triliun. Berbeda kondisi dengan kinerja pinjaman, aset LKM per Februari 2026 tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,68%, jika dibandingkan posisi per Januari 2026 yang sebesar Rp 1,63 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×