kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

OJK Dorong LKM Gunakan SLIK untuk Analisis Kredit Mikro yang Lebih Akurat


Kamis, 09 April 2026 / 11:27 WIB
OJK Dorong LKM Gunakan SLIK untuk Analisis Kredit Mikro yang Lebih Akurat
ILUSTRASI. Warga memeriksa Sistem Layanan Informasi Keuangan di konter OJK Checking (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan ketersediaan dan kualitas data untuk mendukung analisis kredit pada segmen mikro menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan hal itu mengingat sebagian LKM masih memiliki keterbatasan kapasitas dalam pengembangan credit scoring.

Oleh karena itu, OJK mendorong LKM untuk memanfaatkan akses terhadap Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai alat bantu dalam analisis kredit.

Baca Juga: Perkuat Mitigasi Risiko untuk UMKM dan Proyek Daerah, Askrindo Gandeng Pemkab Bone

"Ditambah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan pemahaman Know Your Customer (KYC) dan analisis kredit sederhana berbasis prinsip Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral (5C)," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026)

Selain itu, Agusman bilang OJK juga tengah menyusun modul pembelajaran mandiri bagi LKM sebagai bagian dari implementasi roadmap LKM. Dia bilang modul tersebut bertujuan mendukung peningkatan kualitas penyaluran pembiayaan.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, penyaluran pinjaman LKM per Februari 2026 mencapai Rp 1,01 triliun. Jika ditelaah nilainya tumbuh 3,06%, dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar Rp 980 miliar.

Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset LKM per Februari 2026 mencapai Rp 1,57 triliun. Berbeda kondisi dengan kinerja pinjaman, aset LKM per Februari 2026 tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,68%, jika dibandingkan posisi per Januari 2026 yang sebesar Rp 1,63 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×