kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.094   5,00   0,03%
  • IDX 7.215   -63,80   -0,88%
  • KOMPAS100 994   -12,12   -1,20%
  • LQ45 724   -9,28   -1,27%
  • ISSI 259   -1,44   -0,55%
  • IDX30 394   -5,06   -1,27%
  • IDXHIDIV20 481   -6,35   -1,30%
  • IDX80 112   -1,45   -1,28%
  • IDXV30 133   -1,35   -1,00%
  • IDXQ30 127   -1,75   -1,36%

Laba Fintech Lending Meroket Jadi Rp 383 Miliar, Tapi TWP90 Ikut Membengkak


Kamis, 09 April 2026 / 07:31 WIB
Laba Fintech Lending Meroket Jadi Rp 383 Miliar, Tapi TWP90 Ikut Membengkak
ILUSTRASI. Laba industri fintech lending melonjak 142,44% hanya dalam sebulan di Februari 2026


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) menunjukkan pertumbuhan signifikan baik secara bulanan maupun tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, laba industri fintech lending mencapai Rp 383,87 miliar per Februari 2026.

"Laba pindar meningkat 64,25%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026).

Jika ditelaah, laba industri fintech lending per Februari 2026 juga mengalami pertumbuhan signifikan, dibandingkan posisi per Januari 2026. Laba meningkat 142,44%, jika dibandingkan posisi per Januari 2026 yang sebesar Rp 158,33 miliar.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Ungkap Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Laba pada 2026

Lebih lanjut, Agusman menyampaikan terdapat sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja laba industri pada tahun ini. Dia bilang kinerja laba dapat dipengaruhi, antara lain kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar borrower.

Terkait hal itu, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat faktor utama laba fintech lending terus meningkat karena diikuti penyaluran pembiayaan fintech lending yang juga meningkat. Kenaikan penyaluran itu artinya ada kenaikan pendapatan operasional dari platform.

Data OJK mencatat, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 100,69 triliun per Februari 2026. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,75% secara Year on Year (YoY).

Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 industri fintech lending per Februari 2026 mengalami peningkatan. Angka TWP90 per Februari 2026 tercatat sebesar 4,54%, atau meningkat dari posisi Januari 2026 yang sebesar 4,38% dan posisi Februari 2025 yang sebesar 2,78%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×