kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BJB targetkan kredit produktif tumbuh 15%


Jumat, 29 Mei 2015 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Tanaman hias paling populer tahun 2023.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bank Jabar Banten (BJB) mengakui pertumbuhan kredit produktif masih relatif datar di kuartal I 2015. Sehingga Bank Pembangunan Daerah (BPD) asal Jawa Barat dan Banten tersebut tumbuh 15% secara year on year (yoy) di semester I 2015.

Menurut Agus Mulyana, Direktur BJB, kredit modal kerja dan kredit investasi di kuartal I 2015 tumbuhnya relatif masih flat dibanding tahun 2014. "Karena penyaluran kredit khususnya ke sektor modal kerja dan konstruksi baru akan tumbuh di kuartal II 2015," kata Agus pada KONTAN, Jumat (29/5).

Agus menjelaskan bahwa BJB di tahun 2015 berusaha memfokuskan diri pada konsolidasi guna memperkuat struktur / pondasi. Khususnya dalam upaya memperbaiki kualitas aset. "Kredit konsumer sebagai tulang punggung bisnis kami selama ini tetap kami jaga pertumbuhannya karena potensi market yangg masih sangat baik," ujar Agus.

Agus menegaskan bahwa BJB di semester I 2015 menargetkan kredit produktif bisa tumbuh di kisaran 15%. "Caranya ialah kami akan menggali potensi segmen ini dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), infrastruktur serta kredit-kredit sindikasi," pungkas Agus.

Berdasarkan laporan keuangan BJB di kuartal I 2015, jumlah kredit yang disalurkan BJB mencapai Rp 49,61 triliun atau tumbuh 9,5% secara yoy. Portofolio kredit BJB tersebut didominasi kredit konsumer sebesar Rp sebanyak 34,68 triliun dan KPR sebanyak Rp 4,48 triliun. Sementara kredit produktif berupa kredit mikro hanya Rp 4,18 triliun dan kredit komersial hanya Rp 6,27 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×