kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

BNI catat fee based income layanan mobile banking tumbuh 40% di kuartal II-2021


Kamis, 08 Juli 2021 / 10:15 WIB
BNI catat fee based income layanan mobile banking tumbuh 40% di kuartal II-2021
ILUSTRASI. Layanan BNI


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi layanan digital perbankan akan semakin semarak seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal tersebut terjadi arena masyarakat menggunakan layanan digital banking untuk mencegah penularan Covid-19. 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pun optimistis transaksi layanan digital seperti BNI Mobile Banking akan meningkat. General Manager Divisi Solusi Ritel BNI Sri Indira menilai karena PPKM Darurat akan membatasi aktivitas masyarakat termasuk ke kantor cabang bank. 

“Upaya kami melalui program selama pandemi ini mampu meningkatkan jumlah pengguna dan transaksi hampir 60% secara tahunan. Serta fee based income hampir 40% yoy pada kuartal kedua 2021,” jelas dia kepada Kontan.co.id pada Rabu (8/7). 

Sri melanjutkan, BNI baru saja memperbarui layanan BNI Mobile banking bertepatan pada Hut ke-75 BNI. Bank berlogo 46 ini melengkapi fitur sebagai solusi nasabah dalam memenuhi kebutuhan transaksinya, seperti top up wallet, pembukaan rekening, life goals, dan pembayaran cepat melalui QRIS. 

Baca Juga: PPKM darurat diterapkan, bisnis kartu kredit BNI merosot

 

Sementara itu, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta bilang, tren digitalisasi perbankan akan terus terjadi. Perluasan digitalisasi akan dilakukan dengan strategi penguatan kapasitas internal seperti strategik, proses bisnis hingga teknologi maupun akuisisi bank dan perluasan ekosistem. 

“Kami proyeksikan transaksi e-commerce di 2021 meningkat 33% mencapai Rp 337 triliun. Penggunaan uang elektronik, kami proyeksikan naik 33% menjadi Rp 266 triliun. 

Demikian juga, transaksi digital banking dalam hal ini mobile banking dan internet banking meningkat 19% mencapai Rp 32.206 triliun,” katanya. 

Filianingsih menambahkan, ada empat hal pada outlook ekonomi keuangan digital di sepanjang 2021. Pertama, transformasi produk dan layanan e-commerce dalam penuhi kebutuhan pengguna. 

Kedua, adanya perluasan kolaborasi antar pelaku sistem keuangan. Ketiga, ada perluasan ekosistem melalui aksi korporasi seperti bank, fintech, dan ecommerce. Keempat, digitalisasi pengelolaan kas perbankan. 

Selanjutnya: Layanan digital banking Bank Mandiri tumbuh 20% yoy per Juni 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×