kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

BNI proyeksi bisnis trade finance bisa tumbuh 20%-25% sampai akhir 2018


Kamis, 27 September 2018 / 10:33 WIB
ILUSTRASI. PERSEDIAAN UANG TUNAI RUPIAH


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memproyeksi bisnis trade finance bisa mengalami pertumbuhan 20%-25% sampai akhir 2018. Hal ini melihat realisasi pertumbuhan bisnis trade finance sampai Agustus 2018 yang mencapai 17% secara tahunan atau year on year (yoy).

Selama periode Januari 2018 hingga Agustus 2018, BNI membukukan volume trade finance US$ 30,3 miliar, tumbuh 17,4% yoy.

Direktur Bisnis Treasuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan, untuk meningkatkan bisnis trade finance, BNI berusaha meningkatkan kenyamanan terhadap nasabah. “Sebagai bank kami berusaha mendorong debitur ekspor impor untuk mengoptimalkan bisnis trade finance,” kata Rico ketika ditemui Senin (24/9).

Untuk bisnis trade finance, BNI juga berusaha meningkatkan fee based income atau pendapatan non bunga. Tercatat sampai Juni 2018, fee based BNI dari trade finance sebesar Rp 538 miliar atau naik 8,7% secara tahunan.

Peningkatan fee trade finance ini didapat dari pertumbuhan di bisnis transaksi internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×