kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.975   62,00   0,35%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

BNI proyeksi rasio pencadangan kuartal II 147%


Selasa, 25 April 2017 / 10:32 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) memproyeksi rasio pencadangan pada kuartal 2 2017 sebesar 147%. Rasio pencadangan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama 2016 sebesar 142,8%.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengharapkan, ke depannya risiko kredit akan membaik. "Kami prediksi risiko kredit ke depan akan mengalami penurunan," ujar Herry kepada Kontan, Selasa (25/4).

Dalam dua tahun terakhir, menurut Herry, BNI telah mencadangkan dana kerugian yang cukup. Sampai kuartal 1 2017, BNI mencadangkan dana CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) sebesar Rp 16,75 triliun.

Jumlah CKPN ini mengalami kenaikan 34,21% secara tahunan atau year on year (yoy). Namun kenaikan CKPN ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2016 yang naik 76,26% yoy.

Sampai kuartal 1 2017, BNI mencatat NPL (rasio kredit bermasalah) sebesar 3,04% atau naik 20bps secara yoy. NPL ini utamanya berasal dari debitur bisnis UKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×