kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BNI targetkan dana pihak ketiga valas di akhir 2018 tumbuh 10%


Selasa, 21 Agustus 2018 / 16:17 WIB
BNI targetkan dana pihak ketiga valas di akhir 2018 tumbuh 10%
ILUSTRASI. Simpanan valas meningkat

Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat dana pihak ketiga (DPK) valas banyak didominasi oleh dana murah atau CASA.

Rico Rizal Budidarmo Direktur Bisnis Tresuri dan Internasional BNI bilang DPK valas bank saat ini didominasi oleh dana murah yaitu giro dan tabungan. "Sekitar 65% DPK valas didominasi giro dan tabungan," kata Rico kepada kontan.co.id, Senin (20/8). Sedangkan deposito valas tersebar di tenor 1 bulan dan 6 bulan.


DPK valas BNI lebih banyak berasal dari deposan institusi untuk mendukung transaksi bisnis, dan sisanya mrpk nasabah emerald private banking. DPK valas sampai akhir tahun diproyeksikan akan tumbuh di kisaran 10%. Bank Indonesia (BI) mencatat likuditas valas perbankan di Indonesia saat ini ketat.

Nanang Hendarsyah, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI mengatakan, mengetatnya likuiditas valas lantaran naiknya permintaan valas. "Seiring dengan beberapa faktor eksternal seperti membaiknya ekonomi AS dan krisis yang ada di Turki," kata Nanang dalam bincang bincang media, BI, Senin (20/8).

Menurut BI, saat ini kondisi likuditas valas di seluruh dunia memang relatif ketat. Nanang belum bisa memproyeksi bagaimana kondisi likuditas valas sampai akhir tahun karena masih bisa berubahnya kondisi eksternal misalnya risiko krisis Turki.

Likuiditas valas yang ketat menurut BI juga erat kaitannya dengan defisit transaksi berjalan. Nanang bilang selama ini likuditas valas perbankan banyak disimpan di deposito terutama deposito tenor satu bulan dan tiga bulan. Selain deposito, dana pihak ketiga valas juga disimpan dalam dua instrumen lain. yakni forex swap dan surat berharga valas.




TERBARU

Close [X]
×