kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45867,20   12,42   1.45%
  • EMAS1.371.000 1,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BNI Terus Genjot Pembiayaan di Sektor Smelter


Senin, 27 Mei 2024 / 18:40 WIB
BNI Terus Genjot Pembiayaan di Sektor Smelter
ILUSTRASI. portofolio sektor smelter di BNI sebesar Rp 15 triliun untuk saat ini


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengaku akan terus melanjutkan pembiayaan di sektor industri pengolahan logam (smelter). Sebab, itu berkaitan dengan program hilirisasi.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI telah memiliki portofolio pembiayaan di sektor industri pengolahan logam (smelter). Jenis smelter yang saat ini dibiayai antara lain adalah smelter nikel, smelter aluminium, smelter emas, smelter tembaga, dan smelter kokas.

"Besarnya portofolio sektor smelter di BNI saat ini sekitar Rp 15 triliun, yang merupakan sekitar 2% dari total portofolio pinjaman BNI," ujar Okki kepada kontan.co.id, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembiayaan kepada sektor industri pengolahan mineral merupakan salah satu bentuk dukungan pihaknya terhadap program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan komoditas. Program ini merupakan salah satu prioritas industri yang telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional.

Baca Juga: BNI Tebar Beragam Promo pada Perhelatan BNI Java Jazz Festival 2024

"Dalam memberikan pembiayaan tersebut, kami selalu bertindak dengan prinsip kehati-hatian dan selektif serta memperhatikan nilai keekonomisan yang dapat memberikan dampak positif terhadap ekosistem perekonomian," ungkap Okki.

Sampai dengan tahun 2024, pihaknya juga memproyeksikan tren pembiayaan pada sektor smelter akan terus mengalami pertumbuhan. Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk terus mendukung industri hilir hingga ke sektor baterai kendaraan listrik (EV battery).

"Kami terus berupaya mendukung perusahaan-perusahaan baik lokal maupun investor global dalam berekspansi ke sektor hilir, sesuai dengan strategi pemerintah. Namun demikian, pembiayaan yang kami lakukan tetap mematuhi prinsip prudensial perbankan," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×