kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bos BCA: MRT dan ojek online mempengaruhi permintaan kredit kendaraan


Jumat, 21 Februari 2020 / 04:41 WIB
Bos BCA: MRT dan ojek online mempengaruhi permintaan kredit kendaraan
ILUSTRASI. Presiden direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja. REUTERS/Willy Kurniawan

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara keseluruhan menurun sebesar 1,1% menjadi Rp 46,7 triliun sepanjang 2019. Penurunan kredit tersebut dipengaruhi oleh kredit kendaraan roda dua yang menurun sebesar 34,5% menjadi Rp 2,1 triliun pada 2019 dari Rp 3,3 triliun pada 2018.

Sedangkan, kredit kendaraan roda empat masih tumbuh sebesar 1, 4% menjadi Rp 45,4 triliun pada 2019 dari Rp 44,8 triliun pada 2020.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, penurunan kredit kendaraan bermotor dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang kerap menggunakan angkutan umum, seperti Moda Raya Terpadu (MRT) dan ojek online.

"Ada beberapa problem khususnya untuk penjualan KKB. Karena apa? MRT sudah lumayan bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Nomor dua ada grab (ojek online), ini jujur saja sangat memudahkan," kata Jahja di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Jahja menuturkan, adanya ojek online yang mampu datang ke depan rumah hingga mengantar ke tempat tujuan lumayan mengikis permintaan pasar, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Padahal kata Jahja, kredit kendaraan BCA dari segi harga sudah cukup kompetitif.

"Kalau dari segi pricing sudah sangat baik. Namun kekuatan pasar berkata lain," terangnya.

Selain perubahan gaya hidup, BCA mesti bersaing dengan perusahaan pembiayaan yang dimiliki oleh pembuat kendaraan (manufacturing). Perusahaan pembiayaan itu biasanya menjual produk-produk kendaraan yang 3-6 bulan sebelumnya telah disiapkan.
Bila prediksi penjualan salah sementara perusahaan telah membeli komponen dan siap merakit kendaraan, otomatis perusahaan tersebut harus menjual produknya dengan berbagai diskon.

"Dan biasanya finance company dari manufacturing itu punya diskon khusus dari mereka, itu yang tidak bisa kita lawan," ungkap Jahja. Di sisi lain, penjualan kendaraan roda dua dikuasai oleh merek-merek dominan. "Di sini produsen yang memiliki brand dominan menguasai pasar jadi kita masuk ke situ agak sulit. Apalagi di sektor motor kita belum jadi top of mind," sebutnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BCA Sebut MRT dan Ojek Online Pengaruhi Permintaan Kredit Kendaraan"
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Yoga Sukmana


Tag


TERBARU

Close [X]
×