kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BPJS Ketenagakerjaan rebut 2 penghargaan tertinggi di Forum Jaminan Sosial Sedunia


Rabu, 16 Oktober 2019 / 21:17 WIB
BPJS Ketenagakerjaan rebut 2 penghargaan tertinggi di Forum Jaminan Sosial Sedunia
ILUSTRASI. BPJS Ketenagakerjaan Raih 2 Penghargaan Tertinggi Di Forum Jaminan Sosial Sedunia

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperoleh dua penghargaan dari Asosiasi Jaminan Sosial Internasional (ISSA) dalam hal pengembangan dan pemanfaatan Sistem Teknologi Informasi (TI) dan program implementasi Return to Work (RTW).

Nama penghargaan tersebut adalah ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW) program.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto berharap, penghargaan ini menjadi penyemangat sekaligus motivasi bagi insan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Apalagi, lembaga jaminan sosial di Indonesia baru pertama kali menerima penghargaan setingkat ISSA.

Baca Juga: Serikat pekerja mengaku terus mengawasi usulan revisi UU Ketenagakerjaan

“Dan pertama kali juga, bahwa satu lembaga bisa mendapatkan dua award. Tentunya ini berkat kerja cerdas dan keras semua pegawai yang didukung oleh semua stakeholder kami,” kata Agus, dalam siaran pers, Rabu (16/10).

Kunci pengembangan sistem TI tersebut dengan mengoptimalkan kapasitas internal dalam mengembangkan sistem yang andal, namun tetap efisien dan memenuhi standar keamanan yang baik. Alhasil, sistem TI menjadi lebih fleksibel dan tanggap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Dari situ, berbagai inovasi yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan seperti sistem keagenan PERISAI, aplikasi mobile BPJSTKU, hingga antrian online untuk Klaim JHT dapat berjalan baik berkat dukungan sistem TI yang mumpuni.

Baca Juga: Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan pesimistis target kepesertaan tercapai tahun ini

Sedangkan pelaksanaan program RTW telah berkembang pesat. Hal ini terlihat dari jumlah pekerja korban kecelakaan kerja yang telah bekerja kembali mencapai 583 orang.

“Hal ini tercapai berkat sistem tata kelola RTW yang terencana dengan baik dan dengan dukungan personal case manager yang bekerja tidak hanya mengandalkan profesionalitas tapi juga mengedepankan empati. Juga berkat kerja sama kami dengan 7.417 rumah sakit yang berperan sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan perusahaan peserta kami di seluruh Indonesia", urai Agus.

BPJS Ketenagakerjaan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia, dari tujuh penerima penghargaan dari ISSA.  Penghargaan yang diterima BPJS Ketenagakerjaan hanya diberikan kepada lembaga yang mampu mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan sosial (Guidelines) dari ISSA.

Baca Juga: Pengusaha tekstil minta UU Ketenagakerjaan dilonggarkan, ini poin-poin usulannya

Asal tahu saja, pertemuan institusi jaminan sosial sedunia (World Social Security Forum /WSSF) berlangsung di Brussels, Belgia dan dihadiri 152 negara. Sedangkan seremonial pemberian penghargaan tersebut pada Rabu (16/10) dan disaksikan oleh lebih dari 1.000 delegasi WSSF yang merupakan perwakilan dari lebih dari 300 institusi jaminan sosial dari 152 negara.

Pertemuan tersebut berlangsung sejak tanggal 14 sampai dengan 18 Oktober 2019 dan dihadiri oleh menteri dan petinggi jaminan sosial sedunia.




TERBARU

Close [X]
×