CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Allo Bank Memilih Tumbuh Selektif di Tengah Persaingan Dana yang Kian Ketat


Selasa, 21 Juli 2026 / 12:29 WIB
Allo Bank Memilih Tumbuh Selektif di Tengah Persaingan Dana yang Kian Ketat
ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, pendanaan, kualitas aset, dan profitabilitas di tengah ketatnya likuiditas pasar. 

Hingga Mei 2026, penyaluran kredit Allo Bank mencapai Rp 10,13 triliun atau tumbuh 38,6% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, DPK tercatat sebesar Rp 6,17 triliun atau meningkat 7,75% yoy. 

Dengan demikian, posisi LDR bank berada di kisaran 163,9%, naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang sekitar 127,4%.

Baca Juga: Bank Bakal Lebih Longgar Penyaluran Kredit di Kuartal III-2026, Jadi Sinyal Baik

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, kenaikan LDR tersebut lebih mencerminkan dinamika pertumbuhan bisnis di tengah fase ekspansi yang sedang dijalankan perseroan.

"Kami melihat level LDR Allo Bank saat ini lebih mencerminkan dinamika pertumbuhan bisnis dibandingkan adanya tekanan likuiditas. Pada semester I 2026, pertumbuhan penyaluran kredit memang berlangsung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan DPK, sehingga secara rasio LDR mengalami peningkatan," ujar Destya kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut masih tergolong wajar selama didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan likuiditas yang disiplin, serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Ia mengakui, industri perbankan tahun ini menghadapi tantangan likuiditas yang lebih besar dibanding tahun lalu. Dinamika suku bunga, ketidakpastian ekonomi global, hingga ketatnya persaingan menghimpun dana membuat bank perlu lebih cermat mengelola struktur pendanaan.

Meski demikian, Destya memastikan kondisi likuiditas Allo Bank masih berada dalam koridor yang dapat dikelola dengan baik.

Dari sisi pendanaan, Allo Bank masih mengandalkan DPK sebagai sumber likuiditas utama, baik dari simpanan ritel maupun deposito. 

Ke depan, pihaknya bakal memperbesar porsi dana murah atau current account saving account (CASA) melalui peningkatan transaksi nasabah, pengembangan berbagai use case pembayaran digital, layanan payroll, serta penguatan integrasi dengan ekosistem.

Baca Juga: Fitch Ratings Ganjar Peringkat AAA(idn) untuk Obligasi dan Sukuk Pegadaian

"Fokus kami adalah membangun funding yang lebih granular dan berkelanjutan sehingga ketergantungan terhadap pricing dapat dikurangi secara bertahap," katanya.

Di sisi penyaluran kredit, Allo Bank belum berencana mengerem ekspansi meski LDR meningkat. Namun, bank memastikan pertumbuhan kredit bakal dilakukan secara lebih selektif dan terukur.

"Prioritas kami adalah memastikan setiap pertumbuhan kredit tetap didukung oleh kualitas aset yang baik, kemampuan pendanaan yang memadai, serta profil risiko yang sesuai dengan risk appetite bank," ujar Destya.

Hingga akhir tahun, Allo Bank tetap optimistis mampu mencatat pertumbuhan kredit positif. Namun, Destya menegaskan pihaknya tak hanya berfokus mengejar pertumbuhan kredit, melainkan menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan, penghimpunan dana, kualitas aset, dan profitabilitas agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×