kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BPJAMSOSTEK targetkan punya dana kelolaan Rp 543,6 triliun di 2020


Jumat, 31 Januari 2020 / 15:24 WIB
BPJAMSOSTEK targetkan punya dana kelolaan Rp 543,6 triliun di 2020
ILUSTRASI. Petugas melayani pengunjung di kendaraan layanan keliling Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (28/8). BPJS Ketenagakerjaan targetkan punya dana kelolaan Rp 543,6 triliun di 2020. ANTARA FOTO/Mohamad Ham

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan atau kini dikenal dengan BPJAMSOSTEK menargetkan dana kelolaan tahun ini sebesar Rp 543,6 triliun. Jumlah tersebut meningkat 25,8% dari realisasi tahun lalu yakni Rp 431,9 triliun.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan, target tersebut harus dibarengi penambahan 23,2 juta peserta baru dan penerimaan iuran Rp 87,1 triliun di tahun 2020. 

Baca Juga: Sepanjang 2019, pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan tembus Rp 29,2 triliun

Ia berharap target bisa terpenuhi lewat perbaikan pasar global yang akan memberikan tren positif bagi perekonomian di Indonesia.

“Serta memberikan tren positif bagi pasar tenaga kerja. Dengan begitu, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia juga meningkat,” kata Agus, dalam keterangan pers, Jumat (31/).

Selain optimistis, BPJAMSOSTEK juga bersikap waspada terhadap berbagai tantangan yang bisa muncul kapan saja. Maka itu, Agus akan berupaya memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh kepada pekerja bisa dicapai.

Sepanjang tahun lalu, lembaga negara ini berhasil membukukan penambahan iuran sebesar Rp 73,1 triliun. Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp 431,9 triliun pada 2019.

Baca Juga: Akan ada holding rumahsakit BUMN, begini tanggapan emiten RS swasta

Sementara hasil investasi mencapai Rp29,2 triliun, dengan Yield on Investment (YOI) sebesar 7,34% atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yakni 1,7%. 

Mayoritas penempatan investasi ke surat utang sebanyak 60% dari total dana investasi. Menyusul saham 19%, deposito 11%, reksadana 9% dan investasi langsung 1%.




TERBARU

Close [X]
×