kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BPR Hasamitra Bidik Penyaluran Kredit Rp 255,25 Miliar pada 2023, Begini Strateginya


Jumat, 10 Maret 2023 / 17:21 WIB
BPR Hasamitra Bidik Penyaluran Kredit Rp 255,25 Miliar pada 2023, Begini Strateginya
ILUSTRASI. Ilustrasi Foto uang Rupiah, Jakarta 4/05/2010. (Kontan/Panji Indra)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra menyatakan bahwa penyaluran kredit akan dilakukan lebih agresif di 2023. Tentunya, BPR ini juga telah menyusun strategi untuk mencapai target tersebut.

Direktur Utama BPR Hasamitra I Nyoman Supartha mengatakan bahwa di tahun ini pihaknya menargetkan penyaluran kredit bisa mencapai Rp 255,25 miliar. Adapun strategi yang telah disiapkan di antaranya, pertama merekrut Mitra Punggawa atau agen (marketing eksekutif) di setiap daerah/cabang.

“Kedua, memfokuskan pemasaran kredit produktif  sindikasi dengan BPR se Indonesia, ketiga memasarkan kredit musiman di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (10/3).

Pria yang akrab disapa Mansu ini melanjutkan, keempat pihaknya juga akan memasarkan kredit kelompok (informal) pegawai swasta jaminan BPJS debitur, kelima memasarkan kredit umroh bekerjasama dengan travel, serta memasarkan kredit sertifikasi guru model chaneling.

Baca Juga: Gandeng Asparindo, Bank Raya Hadirkan Transaksi Digital ke Pedagang Pasar Tradisional

“Skema penyaluran kredit BPR Hasa Mitra di tahun 2023 akan mengarahkan lebih banyak pemasaran kredit untuk sektor produktif dengan memasarkan kredit sindikasi dan bekerjasama dengan fintech dalam hal penyaluran kredit,” jelas Mansu.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa realisasi penyaluran kredit BPR Hasamitra di tahun 2022 mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yang mana di dominasi oleh segmen konsumtif.

“Realisasi kredit BPR tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar Rp 131.05 miliar atau 6.05%, di mana pertumbuhan didominasi oleh segmen kredit konsumtif,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×