kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

BRI Finance Tingkatkan Monitoring Debitur Terdampak Banjir


Senin, 01 Desember 2025 / 18:56 WIB
BRI Finance Tingkatkan Monitoring Debitur Terdampak Banjir
ILUSTRASI. Wahyudi Darmawan, Direktur Utama PT BRI Multifinance.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memperketat pemantauan risiko pembiayaan imbas banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. 

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengatakan pihaknya terus memonitor kondisi banjir melalui koordinasi intensif dengan kantor cabang di daerah terdampak. Pembaruan kondisi debitur dikumpulkan secara real-time untuk mengidentifikasi portofolio yang berpotensi terkena imbas. 

“Kami memperkuat komunikasi dengan cabang dan melakukan asesmen awal terhadap portofolio yang berisiko serta menyiapkan opsi penanganan sesuai ketentuan internal bila diperlukan,” kata Wahyudi kepada Kontan, Senin (1/12/2025).

Baca Juga: BRI Finance Siap Tindaklanjuti POJK UMKM dengan Rencana Pembiayaan Sederhana

Selain itu, BRI Finance juga meningkatkan pengawasan kualitas portofolio dengan memperkuat monitoring dan koordinasi dengan tim collection. Identifikasi risiko dilakukan sejak awal agar perusahaan dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan ketentuan internal, terutama bagi debitur yang benar-benar membutuhkan.

Adapun kontribusi pembiayaan BRI Finance di wilayah Sumatra mencapai 20,14% dari total portofolio. Meski banjir diperkirakan menekan sebagian debitur, hingga kini perusahaan belum melihat lonjakan signifikan pada risiko gagal bayar. 

Baca Juga: BRI Finance Genjot Transformasi Bisnis dan Sinergi Ekosistem BRI Group

“Secara umum indikasi risiko gagal bayar belum menunjukkan lonjakan yang signifikan, namun perusahaan tetap melakukan pemantauan ketat," lanjutnya.

Lebih lanjut, Wahyudi menekankan bahwa deteksi dini dan kesiapan mitigasi menjadi langkah utama untuk menjaga kualitas pembiayaan. 

Baca Juga: BRI Finance Terbitkan Obligasi Rp 700 Miliar Tahap I, Siapkan Tambahan Rp 1 Triliun

Selanjutnya: Bumi Resources (BUMI) Incar Penjualan Batubara 78 Juta Ton di 2026

Menarik Dibaca: Gen Z vs Milenial vs Gen X: Begini Perbedaan Cara Mereka Bepergian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×