Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai ValueMax Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada aktivitas gadai selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026, didorong meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat.
Manajer Operasional PT Gadai ValueMax Indonesia, Ronny Reginaldo mengatakan, tren pencairan pinjaman meningkat tajam terutama menjelang Lebaran. Peningkatan tersebut tercermin dari outstanding loan (OSL) perusahaan yang melonjak hingga 400% secara tahunan.
“Periode H-14 hingga H-3 Lebaran menjadi fase kebutuhan kas tertinggi dan transaksi gadai paling intens,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Tanda Daya Beli Anjlok Makin Kuat, Kredit Konsumsi di Ramadan Melambat
Ia menambahkan, terdapat perubahan perilaku nasabah saat momentum Lebaran. Alih-alih menebus perhiasan setelah menerima THR, sebagian masyarakat justru membeli logam mulia untuk kemudian digadaikan kembali.
Dari sisi jenis barang, emas dan perhiasan masih menjadi dominasi jaminan gadai karena likuiditas tinggi dan nilainya relatif stabil. Sementara itu, jumlah nasabah tidak meningkat signifikan, tetapi frekuensi transaksi mengalami lonjakan. Secara historis, transaksi gadai bisa meningkat hingga 20% per bulan saat Lebaran, terutama pada gadai emas.
Sejalan dengan itu, nilai pinjaman rata-rata juga mengalami kenaikan. Rata-rata nilai pinjaman meningkat sekitar 30% selama periode Lebaran, dipicu kebutuhan konsumsi, mudik, dan liburan, serta kenaikan harga emas.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ValueMax telah menyiapkan berbagai langkah sejak awal tahun. Perusahaan meningkatkan cadangan kas, mengoptimalkan proses bisnis, serta memperkuat sistem keamanan.
Selain itu, ValueMax juga menambah tenaga penaksir menjelang puncak periode Lebaran dan menyediakan layanan konsultasi bagi masyarakat.
“Kami juga menjadi sarana penitipan emas dan barang berharga selama mudik agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,” tutupnya.
Baca Juga: Bank Catat Penurunan Impairment di Awal Tahun Ini, Tapi Tetap Waspada Risiko Ekonomi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













