kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BRI incar kredit korporasi BUMN hingga Rp 95 T


Senin, 06 Juni 2016 / 13:54 WIB
BRI incar kredit korporasi BUMN hingga Rp 95 T

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Di tengah perlambatan permintaan kredit, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) fokus mencari peluang penyaluran kredit pada proyek perusahaan BUMN yang bergerak pada sektor infrastruktur. 

Direktur Kelembagaan BRI Kuswiyoto, mengatakan, proyek infrastruktur seperti jalan bebas hambatan (tol) dan pembangkit tenaga listrik masih membutuhkan pembiayaan kredit.

"Kami menargetkan penyaluran kredit ke korporasi BUMN mencapai Rp 90 triliun hingga Rp 95 triliun di akhir tahun 2016," kata Kuswiyoto kepada KONTAN, belum lama ini. 

Artinya, BRI akan mencatat pertumbuhan kredit korporasi BUMN sebesar 17,28% dari realisasi kredit Rp 81,2 triliun di akhir tahun 2015. Bank berplat merah ini mencatat telah menyalurkan kredit ke perusahaan BUMN sebesar Rp 80 triliun per Mei 2016. 

Kuswiyoto menambahkan, proyek infrastruktur seperti jalan tol dan listrik terus berjalan. Misalnya, BRI mengincar pembiayaan kredit untuk jalan tol ruas trans Jawa dan trans Sumatera. 

Kemudian, BRI juga akan membiayai infrastruktur pembangkit tenaga listrik 35.000 megawatt (MW). "Jika tidak ada Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), kami akan salurkan kredit," terangnya. 

Bank yang fokus pada kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ini menyiapkan plafon kredit untuk jalan tol hingga Rp 10 triliun di akhir tahun 2016, dan plafon kredit untuk pembangkit tenaga listrik juga sebesar Rp 10 triliun di akhir tahun 2016. 

Selain kedua sektor itu, BRI membidik penyaluran proyek infrastruktur lainnya seperti pelabuhan dan bandar udara (bandara). 

Informasi saja, BRI mencatat pertumbuhan kredit korporasi BUMN sebesar 34,48% atau menjadi Rp 78,6 triliun per kuartal I-2016 dibandingkan posisi Rp 58,8 triliun per kuartal I-2016. 

Sektor infrastruktur memiliki porsi 29,01% terhadap total kredit korporasi BUMN, sedangkan sektor agri bisnis masih menempati porsi kredit terbesar atau 30,36% terhadap total kredit korporasi BUMN.




TERBARU

Close [X]
×