kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.955   42,00   0,23%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BRI: Permintaan kredit infrastruktur naik di 2018


Senin, 18 Desember 2017 / 21:42 WIB


Reporter: Yoliawan H | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa BUMN di bidang konstruksi yang menjalankan proyek infrastruktur beberapa sudah berupaya untuk mendapatkan pembiayaan di luar bank seperti pasar modal. Skema yang digunakan biasanya berbentuk surat utang (bond).

Bank Indonesia (BI) juga mencatat pertumbuhan pembiayaan pasar modal di Oktober 2017 tumbuh 45% year on year (yoy).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Haru Koesmahargyo mengatakan tren kredit infrastruktur akan meningkat di tahun depan. “Karena kita lihat banyaknya proyek infrastruktur yang membutuhkan pembiayaan,” ujar Haru kepada Kontan.co.id, Senin (18/12).

Haru menjelaskan lebih lanjut, permintaan pembiayaan jangka panjang untuk infrastruktur meningkat, namun saat ini pemenuhannya terbagi dua, dari bank dan dari pasar modal.

Pembiayaan dari pasar modal sesuai dengan karakter proyek yang berjangka panjang. Sementara dana bank sebagian besar berjangka pendek. Permintaan pembiayaan ke bank secara umum masih sama.

Sebagai gambaran, berdasarkan pemberitaan Kontan sebelumnya, BRI memproyeksikan sampai akhir tahun 2017 mampu menyalurkan kredit infrastruktur mencapai Rp 51,45 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×