kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

BRI Raup Laba Rp 15,89 Triliun, Naik 5,91% per April 2026


Senin, 25 Mei 2026 / 22:32 WIB
Diperbarui Selasa, 26 Mei 2026 / 08:42 WIB
BRI Raup Laba Rp 15,89 Triliun, Naik 5,91% per April 2026
ILUSTRASI. Kinerja BRI di April 2026 mencetak laba Rp 15,89 triliun, naik 5,91%. Penurunan beban bunga jadi pendorong utama. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil menjaga laju profitabilitasnya tahun ini melalui strategi efisiensi.

Hingga April 2026, bank berkode saham BBRI ini berhasil mencetak laba sebesar Rp 15,89 triliun secara bank only, tumbuh 5,91% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Mengutip laporan keuangan BRI bulanan yang dirilis di website resminya Senin (25/5), capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga bank sebesar 16,03% yoy menjadi Rp 14,12 triliun.

Dus, meski pendapatan bunga bank hanya berhasil tumbuh 0,09% yoy menjadi Rp 53,5 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank berhasil tumbuh 7,49% yoy menjadi Rp 39,37 triliun.

Dari sisi operasional, bank terpantau mulai menaikkan pencadangan (impairment) untuk periode ini, meski tipis 1,98% yoy menjadi Rp 14,63 triliun.

Baca Juga: Bank Raya Memperluas Pengembangan Berbagai Fitur Digital untuk Nasabah

Belum lagi, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi bank hanya tumbuh 2,99% yoy menjadi Rp 6,88 triliun.

Pada gilirannya, hal itu turut mendorong naiknya beban operasional bank sebesar 10,22% yoy menjadi Rp 19,41 triliun. Dus, laba operasional bank tumbuh lebih terbatas, yakni 4,97% yoy menjadi Rp 19,96 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank sejatinya berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, yakni 10,97% yoy menjadi Rp 1.376,35 triliun. Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 6,84% yoy menjadi Rp 1.496,3 triliun.

Pertumbuhan DPK utamanya ditopang oleh dana murah. Giro bank berhasil tumbuh 22,64% yoy menjadi Rp 455,48 triliun dan tabungan tumbuh 12,51% yoy menjadi Rp 603,72 triliun. Di sisi lain, nilai deposito turun 11,25% yoy menjadi Rp 437,09 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×