Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang mengoptimalkan pengelolaan kas negara lewat penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai kebijakan tersebut akan memperkuat likuiditas industri perbankan sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Asippindo Sebut Target Pertumbuhan Aset Penjaminan 14%-16% Kian Berat Dicapai
Menurutnya, likuiditas yang memadai menjadi prasyarat bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit secara sehat ke sektor-sektor produktif. Dengan dukungan likuiditas tersebut, bank memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengorbankan kualitas aset maupun manajemen risiko.
Hery mengatakan BRI akan mengoptimalkan tambahan likuiditas tersebut untuk memperkuat penyaluran kredit berkualitas, terutama ke sektor riil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan multiplier effect berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit ke sektor-sektor penggerak ekonomi, seperti UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya.
Hingga akhir kuartal I-2026, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1.562 triliun. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM mencapai Rp 1.211 triliun atau tetap menjadi porsi terbesar dalam portofolio pembiayaan perseroan.
Hery menambahkan, sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: OJK Cabut Izin BTPN Syariah Ventura, Proses Likuidasi Telah Dimulai
“BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan,” tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana SAL di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Sebelumnya, sebagian dana SAL direncanakan mulai ditarik pada akhir 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
