Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memacu penetrasi keuangan syariah di berbagai lintas sektor, salah satunya sektor pendidikan. Hingga saat ini, perseroan telah dipercaya mengelola lebih dari 60 Ribu SD hingga SMA di seluruh Indonesia.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengatakan, saat ini BSI mengelola Tabungan Pelajar mencapai Rp1,7 triliun. "Kalangan pelajar menjadi segmen yang akan kami sasar tahun ini dengan jumlah target pertumbuhan tabungan pelajar sekitar 10% dari tahun lalu. Hal ini juga menjadi langkah memperkuat komposisi dana murah sehingga bisa meningkatkan komposisi DPK," ujar Wisnu dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026).
Secara nasional saat ini BSI dipercaya mengelola 23,7 juta basis nasabah/customer based. Tentunya angka ini terus ditingkatkan terutama penetrasi di kalangan pelajar yang menjadi tingkatan dasar untuk menjadi salah satu target literasi dan inklusi keuangan syariah.
Baca Juga: Nasabah Tumbuh, BSI Telah Kucurkan Belanja Modal Rp 121 Miliar Perkuat Digitalisasi
Langkah ini juga didukung atas kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan agar semakin memahami layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan melalui program GENCARKAN (Gerakan Cerdas Keuangan).
Program yang diinisiasi OJK ini menyasar segmen pelajar, pengusaha, dan masyarakat umum. Selain itu terdapat program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang bertujuan mendorong pelajar memiliki pemahaman keuangan yang baik sejak dini dan mulai membangun budaya menabung di bank.
Lebih lanjut Wisnu mengatakan, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi bagian fokus literasi dan inklusi keuangan karena menjadi kelompok awal yang diharapkan mampu mengelola keuangan sejak dini. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak literasi di lingkungannya.
Baca Juga: Tanggapi Kenaikan BI Rate, BSI Perkuat Dana Murah Lewat Tabungan Haji
"Selain memperluas kegiatan inklusi ke sekolah-sekolah, Bank Syariah Indonesia juga secara aktif mencetak duta-duta literasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlahnya saat ini sekitar 5.000 duta literasi dari tingkat universitas," kata Wisnu.
Selain program KEJAR, BSI juga mengoptimalkan program literasi GENCARKAN bagi segmen UMKM melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Program tersebut mencakup penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha berbasis prinsip syariah, hingga pemanfaatan e-channel untuk mendukung transaksi UMKM.
Baca Juga: Dana Kelolaan Tabungan Haji BSI Tumbuh 14,68% Jadi Rp 15,65 Triliun Kuartal I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













