kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.843   53,00   0,32%
  • IDX 8.142   -4,87   -0,06%
  • KOMPAS100 1.148   1,78   0,15%
  • LQ45 837   3,75   0,45%
  • ISSI 286   -1,32   -0,46%
  • IDX30 437   4,02   0,93%
  • IDXHIDIV20 526   6,47   1,24%
  • IDX80 128   0,47   0,37%
  • IDXV30 143   1,38   0,97%
  • IDXQ30 142   1,57   1,12%

BTN Antisipasi Aksi Phishing Seiring Pertumbuhan Transaksi Digital Nasabah


Kamis, 05 Februari 2026 / 10:46 WIB
BTN Antisipasi Aksi Phishing Seiring Pertumbuhan Transaksi Digital Nasabah
ILUSTRASI. BTN Mobile (Dok/BTN) BTN mencermati tren aksi phishing dan social engineering, terus meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan layanan perbankan digital.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – BEKASI. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencermati tren penipuan digital, termasuk phishing dan social engineering, terus meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan layanan perbankan digital dan jumlah nasabah.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan bahwa meningkatnya digitalisasi perbankan secara langsung diikuti oleh kenaikan risiko serangan siber, khususnya yang menyasar nasabah.

“Pasti makin tinggi. Karena sekarang pembukaan rekening lewat bale by BTN saja sudah sekitar 120.000 per bulan, atau sekitar 1,2 juta dalam setahun. Jumlah pengguna baru bale by BTN juga sudah mencapai 3,5 juta,” ujar Setiyo kepada awak media, Rabu (4/2/2026). 

Baca Juga: PaninBank Luncurkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV, Bidik Dana Rp 2,71 Triliun

Ia menjelaskan, risiko phishing pada dasarnya tidak menyerang sistem internal bank secara langsung, melainkan menargetkan nasabah melalui berbagai modus, seperti pesan palsu, tautan mencurigakan, dan rekayasa sosial lainnya.

Untuk memitigasi risiko tersebut, BTN menerapkan sejumlah langkah manajemen risiko, mulai dari edukasi hingga penguatan sistem deteksi fraud. Dari sisi pencegahan, BTN secara rutin menyampaikan edukasi kepada nasabah melalui pesan WhatsApp, email, serta notifikasi langsung di aplikasi BTN Bale.

“Setiap nasabah masuk ke aplikasi, selalu ada peringatan terkait phishing agar nasabah lebih waspada,” jelas Setiyo.

Selain itu, BTN juga menyiapkan fraud call system yang didukung oleh fraud detection system. Melalui sistem ini, tim khusus BTN akan menghubungi nasabah secara langsung jika terdeteksi adanya transaksi mencurigakan.

“Begitu ada transaksi yang tidak biasa, tim kami langsung menghubungi nasabah 24 jam untuk memastikan apakah transaksi tersebut benar atau tidak. Kalau ternyata tidak benar, transaksinya langsung kami blok,” kata Setiyo.

Ia menegaskan, penguatan cyber security tidak hanya menjadi tanggung jawab internal bank, tetapi juga membutuhkan peran aktif nasabah dalam menjaga data dan kredensial perbankan.

Cyber security itu bukan hanya dari sisi bank, tapi juga dari nasabah. Karena yang diserang dalam phishing itu nasabahnya,” pungkasnya.

Baca Juga: Mengintip Strategi Prudential Indonesia Dorong Kinerja Perolehan Laba pada 2026

Selanjutnya: Belanja Alphabet Bisa Tembus US$185 Miliar, Bisnis Cloud Melejit di Tengah Perang AI

Menarik Dibaca: Ginjal Rusak Akibat Asam Urat? Begini Cara Mencegahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×