Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membuka peluang untuk kembali melakukan ekspansi anorganik melalui akuisisi portofolio kredit setelah resmi mengambil alih portofolio kredit milik SMBC pada tahun ini. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi perseroan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas basis nasabah.
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengungkapkan bahwa perseroan saat ini telah menjalin komunikasi dengan sejumlah bank terkait peluang akuisisi portofolio kredit baru. Meski demikian, pembicaraan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum mengarah pada transaksi konkret.
BTN, kata Nixon, tetap berfokus pada segmen konsumer yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Strategi tersebut sejalan dengan upaya bank pelat merah tersebut dalam memperkuat posisinya di pasar pembiayaan perumahan dan layanan perbankan ritel.
“Sementara masih (di segmen) konsumer, kami enggak akan terlalu jauh. Kami ada bicara dengan bank lain, tapi belum ada arah transaksi, baru ngobrol-ngobrol,” ungkap Nixon menjawab pertanyaan Kontan pasca paparan kinerja di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Tak Hanya Andalkan Nasabah Internasional, Bank Asing Perluas Pembiayaan Domestik
Menurut Nixon, realisasi aksi korporasi lanjutan terkait akuisisi portofolio kredit kemungkinan baru akan berlangsung pada tahun depan.
“Kayaknya tahun depan,” ujarnya.
Sebagai informasi, BTN telah menjalankan ekspansi anorganik melalui akuisisi portofolio kredit dari SMBC pada tahun ini. Tahap pertama transaksi tersebut telah diselesaikan pada Juni 2026 dengan total nilai mencapai Rp 12,6 triliun.
Sementara itu, tahap kedua akuisisi ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dengan nilai transaksi lebih dari Rp 7,3 triliun. Dengan selesainya kedua tahap tersebut, BTN diperkirakan memperoleh tambahan sekitar 344.600 nasabah baru.
Baca Juga: Laba BTN Tumbuh 40,8% pada Semester I-2026
Nixon menjelaskan bahwa portofolio kredit yang diakuisisi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan. Selain menawarkan tingkat imbal hasil yang menarik, portofolio tersebut juga memiliki aset tertimbang menurut risiko (ATMR) yang relatif rendah, yakni sekitar 50%, sehingga penggunaan modal menjadi lebih efisien.
Tidak hanya mendukung profitabilitas, akuisisi portofolio kredit tersebut juga membuka peluang bagi BTN untuk memperluas penjualan berbagai produk dan layanan perbankan kepada nasabah baru. Beberapa produk yang berpotensi dipasarkan antara lain Bale by BTN, payroll funding, serta berbagai layanan perbankan lainnya.
“Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kami jauh lebih baik ke depannya,” kata Nixon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
