kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BTN klaim 98% porsi KPR pertama


Rabu, 24 Juli 2013 / 14:57 WIB
ILUSTRASI. Anggota pasukan penjaga keamanan Rusia di Armenia.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan aturan Loan to Value (LTV) tambahan bagi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) khusus rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyatakan bahwa aturan tersebut tak akan berdampak banyak pada bisnis. Pasalnya, 98% penyaluran KPR untuk rumah pertama.

"BTN tak masuk pasar atau segmen nasabah rumah kedua, ketiga, dan seterusnya itu," klaim Direktur BTN, Maryono.

Ia juga mengaku bahwa penyaluran KPR BTN pun sebagian besar untuk kelas menengah ke bawah. Rencananya, BI akan mengenakan uang muka 40% untuk rumah kedua di atas tipe 70 meter. Bahkan untuk rumah ketiga, uang mukanya bisa sampai 50%.

Maryono tetap yakin bahwa ketentuan itu tak punya dampak signifikan terhadap bisnisnya. Terlebih, kebutuhan perumahan atau backlog masyarakat masih tinggi, mencapai 13,5 juta unit. "Kalau tak ada perbaikan (penyediaan perumahan), backlog masih besar," ujarnya.

KPR di BTN memegang porsi mayoritas yaitu 86,12% dengan jumlah Rp 72,78 triliun. Secara keseluruhan, kredit yang BTN salurakan semester pertama ini mencapai Rp 91,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×