kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

BTN: Likuiditas BTN aman dan nasabah perbankan jangan panik


Kamis, 02 Juli 2020 / 22:32 WIB
ILUSTRASI. Direktur Finance, Planning & Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu (kanan) dan Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo (kiri)


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Anna Suci Perwitasari

Bukan apa-apa, jika bank sehat menjadi sakit maka pemerintah yang saat ini sudah repot dalam menangani pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, harus turun tangan lagi dalam menangani masalah perbankan.

Terkait isu BTN kalah kliring, Nixon pun membantah hal tersebut. Menurut dia, BTN tidak pernah kalah kliring karena penempatan dana perusahaan di Bank Indonesia (BI) sangat melimpah lebih dari dua kali lipat dari ketentuan. 

"Alat likuiditas BTN sangat besar jadi tidak ada isu kalau kami kalah kliring," tegasnya.

Baca Juga: Dana murah Bank BTN terus meningkat, deposito tercatat turun

Nixon mengungkapkan, alat Likuiditas BTN yang terdiri dari kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Giro Wajib Minimum (GWM) sangat besar. Untuk di SBN ada penempatan sekitar Rp 25 triliun, sedangkan untuk alat likuiditas dana pihak ketiga (DPK) BTN lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku. 

"Bahkan ada dana masuk dalam bentuk USD dan rupiah mencapai sekitar Rp 15 triliun baru-baru ini," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×