kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Buana Finance makin selektif ke sektor tambang


Minggu, 10 Mei 2015 / 17:26 WIB
Buana Finance makin selektif ke sektor tambang
ILUSTRASI. Window Dressing Berpeluang Terjadi di Akhir 2023, Cek Rekomendasi Analis


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tren indsutri pertambangan terutama di komoditas batubara yang masih lunglai diakui PT Buana Finance Tbk. membuat mereka mesti lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan alat berat. Perseroan bakal makin selektif di sektor ini sembari melihat potensi di sektor-sektor lain.

Direktur Buana Finance Herman Lesmana menyebut pelemahan harga komoditas batubara di tengah dan regulasi pertambangan membuat pertumbuhan leasing alat berat terus melambat dalam tiga tahun terakhir. Makanya dia bilang tahun ini mereka harus makin selektif memilih pasar.

Meski tetap saja pasar di segmen pertambangan batubara tetap akan ada walau tidak semeriah dulu. "Kalau berhenti sama sekali tentu tidak," kata dia.

Namun memang dalam beberapa tahun ke belakang porsi pembiayaan alat berat ke sektor pertambangan cenderung mengecil. Sebelumnya porsi lini bisnis sewa guna usaha ke sektor pertambangan masih ada sekitar 17% di tahun 2013 namun saat ini cuma ada di kisaran 15%.

Sementara porsi dari sektor lain semisal konstruksi, pengangkutan, dan perkebunan justru terus meningkat. Dengan potensi menggeliatnya sektor infrastruktur tahun ini, sangat mungkin porsi dari konstruksi akan lebih besar lagi.

Dengan upaya ini, Buana Finance berharap target penyaluran pembiayaan sampai Rp 3 triliun tahun ini bisa tercapai. Jumlah ini lebih tinggi 36% dari realisasi pembiayaan mereka tahun lalu yang sebesar Rp 2,23 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×