Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menerapkan sejumlah strategi dalam mengelola investasi pada tahun ini.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengatakan salah satu strateginya, yakni menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio, baik untuk portofolio saham, obligasi, maupun instrumen lainnya, sesuai dengan karakteristik dan tujuan masing-masing subdana.
Selain itu, dia bilang Prudential Indonesia juga fokus pada kualitas aset, dengan penempatan pada saham perusahaan yang memiliki bisnis yang berkesinambungan, kinerja keuangan yang solid, manajemen yang berkualitas, valuasi yang menarik, dan likuiditas yang baik. Hal itu diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah dengan profil risiko agresif dan jangka investasi panjang.
"Demikian juga dengan instrumen obligasi untuk subdana pendapatan tetap, yang mana faktor-faktor seperti tren suku bunga, inflasi, defisit anggaran juga menjadi perhatian utama pengelolaan," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Penyaluran Pinjaman LKM Terkontraksi 5,66% per Maret 2026, Ini Kata Aslindo
Adit menerangkan pihaknya menerapkan diversifikasi aset yang disiplin. Dia bilang penempatan pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi berperingkat layak investasi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan portofolio, khususnya untuk subdana pendapatan tetap dan campuran.
Adit mengatakan monitoring dan koordinasi yang intensif dengan manajer investasi juga dilakukan. Hal itu guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai strategi dan responsif terhadap dinamika pasar.
"Ditambah, melakukan peninjauan berkala terhadap kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk kebijakan suku bunga dan sentimen pasar. Dengan demikian, strategi investasi dapat disesuaikan secara terukur tanpa mengorbankan tujuan jangka panjang," ucapnya.
Baca Juga: BCA Life Sebut Implementasi PSAK 117 Dapat Berdampak Positif bagi Industri Asuransi
Adit menyampaikan strategi tersebut diterapkan agar kinerja investasi dapat tetap terjaga secara berkelanjutan, sekaligus mendukung komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada nasabah.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Prudential Indonesia mencatatkan total investasi sebesar Rp 53,72 triliun per Maret 2026. Adapun penempatan di instrumen saham mendominasi dengan nilai sebesar Rp 26,18 triliun per Maret 2026, diikuti penempatan di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 14,03 triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













