kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bukopin prediksi rasio profitabilitas ROA bisa menyentuh 1,2% tahun ini


Selasa, 22 Mei 2018 / 21:58 WIB
ILUSTRASI. Penghargaan Brand Equity Champion untuk Bank Bukopin


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Bukopin Tbk mengatakan tahun ini pihaknya mampu mendorong rasio profitabiltias alias return on asset (ROA) hingga ke level 1,2%.

Direktur Utama Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan hal tersebut dapat diraih dengan mengoptimalisasikan kelolaan dana murah (current account and saving account/CASA), serta memperbesar margin pendapatan alias net interest margin (NIM) perseroan.

"ROA masih bisa 1,1% sampai 1,2% tahun ini, dengan asumsi kredit kita bisa tumbuh sampai 5% di 2018," tuturnya di Jakarta, Selasa (22/5).

Selain ROA, NIM Bukopin juga diproyeksi mampu naik hingga ke atas 3%. Sebagai catatan saja, sampai dengan kuartal I 2018, ROA Bukopin tercatat mengalami penurun dari 0,69% di Maret 2018 menjadi 0,53%.

Sementara NIM bank bersandi emiten BBKP ini tercatat sebesar 2,79% di akhir Maret tahun ini. Menurun dari kuartal I 2017 sebesar 3,13%.

Adapun, berdasarkan statistik perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ROA perbankan tercatat sebesar 2,55% per Maret 2018. Jumlah tersebut naik secara tahunan sebanyak 50 basis poin (bps).

Hal tersebut dikarenakan laba sebelum pajak bank secara industri mengalami kenaikan sebesar 10,93% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 180,57 triliun per Maret 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×