kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Cerita Menteri Rini soal persaingan antar-bank BUMN


Rabu, 23 Mei 2018 / 17:53 WIB
ILUSTRASI. Diskusi Hari Kebangkitan Nasional dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini terlihat kompak. Banyak sinergi antar-BUMN yang dijalin. Apalagi bank-bank pelat merah yang kerap bekerja sama menyalurkan kredit sindikasi yang membutuhkan dana besar. 

Padahal, menurut Menteri BUMN Rini Soemarno, dulu antar-bank BUMN menguarkan persaingan sengit. Bahkan, sampai saling jarang komunikasi. 

"Pernah dalam suatu acara, Bank Mandiri memasang umbul-umbul, kemudian dicopot, dipasang umbul-umbul BRI," kata Rini dalam acara sharing dan diskusi terbuka dalam rangka kebangkitan nasional anak muda bangkit dan berdaya untuk Indonesia, Rabu (23/5).

Ke depan, Kementerian ingin agar antar-bank BUMN bisa saling bersinergi dan bekerja sama. Pasalnya, BUMN dibentuk dengan tujuan yang sama yaitu memakmurkan masyarakat.

Menteri Rini ingin, selain kompetisi, bank juga diharapkan bisa lebih dekat ke masyarakat. Misalnya adalah memberikan bantuan ke beberapa desa terpencil.

Hal ini menurut Rini akan memberikan efek positif ke depan. Karena dengan ini maka masyarakat akan semakin mengenal BUMN tersebut. Sehingga ketika memilih produk, masyarakat akan memilih pertama dari BUMN tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×