kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

CIMB Niaga Andalkan Fee Based Income di Tengah Tekanan NIM


Kamis, 02 Juli 2026 / 19:24 WIB
CIMB Niaga Andalkan Fee Based Income di Tengah Tekanan NIM
ILUSTRASI. CIMB Niaga berhasil catat kenaikan pendapatan komisi 18,8% jadi Rp 1,13 triliun. (KONTAN/Ammar Rezqianto)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk semakin mengandalkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) sebagai penopang kinerja di tengah tekanan margin bunga bersih (net interest margin/NIM).

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, perseroan telah memperkuat strategi pengembangan fee based income dalam beberapa tahun terakhir untuk menjaga pertumbuhan pendapatan ketika bisnis bunga menghadapi tantangan.

"Kami telah memperkuat approach untuk fee income dalam beberapa tahun terakhir yang sedikit banyak cukup membantu sisi revenue di tengah kondisi saat ini, di mana pendapatan bunga menjadi sangat tertantang karena NIM yang tergerus. Namun harus diakui, tidak bisa mengganti 100% kehilangan pendapatan bunga," ujar Lani kepada Kontan.co.id, Kamis (2/7/2026).

Meski demikian, Lani menilai kontribusi pendapatan nonbunga CIMB Niaga masih tergolong kuat. Hal itu tercermin dari fee to income ratio (FIR) perseroan yang berada di kisaran 33%, salah satu yang terbaik di industri perbankan.

Baca Juga: KB Bank Ungkap Strategi Hadapi Persaingan, Andalkan Dukungan KB Financial Group

Menurutnya, pertumbuhan fee based income ditopang oleh sejumlah lini bisnis. Di antaranya berasal dari layanan wealth management yang semakin berkembang setelah peluncuran layanan Private Wealth pada akhir tahun lalu. Selain itu, kontribusi juga datang dari bisnis treasury, transaction banking, merchant acquiring, hingga arranger fee dari segmen corporate banking.

"Kami melihat pertumbuhan fee income cukup baik, terutama dari wealth management setelah kami meluncurkan Private Wealth, treasury, transaction fee, merchants, serta kegiatan corporate banking seperti arranger fee," katanya.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan berbasis komisi bersih CIMB Niaga hingga Mei 2026 mencapai Rp 1,13 triliun. Realisasi tersebut meningkat sekitar 18,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 952,2 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×