kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

CIMB Niaga Genjot Pertumbuhan Pendapatan Nonbunga, Naik 7% per September 2025


Senin, 03 November 2025 / 13:20 WIB
CIMB Niaga Genjot Pertumbuhan Pendapatan Nonbunga, Naik 7% per September 2025
ILUSTRASI. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menjadi salah satu bank yang terus fokus untuk mendorong pertumbuhan pada pendapatan non bunganya.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah melesunya permintaan kredit, sejumlah bank terus menggenjot pendapatan non bunga atau fee based income.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menjadi salah satu bank yang terus fokus untuk mendorong pertumbuhan pada pendapatan non bunganya. 

Merujuk laporan keuangan per September 2025, total pendapatan non bunga CIMB Niaga tercatat Rp 4,68 triliun atau tumbuh 6,99% secara tahunan (YoY) dari Rp 4,37 triliun di periode sama tahun lalu.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, top line revenue yang berasal dari pendapatan bunga dan non bunga sebenarnya sama pentingnya. Namun, kini CIMB Niaga mulai memberikan fokus lebih kepada pendapatan non bunga.

"Kami juga memberikan fokus lebih ke pendapatan non bunga atau fee income, karena selain mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan bunga, juga fee income tidak mengandung faktor risiko kredit yang berdampak ke CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai), sehingga lebih efisien," ujar Lani kepada Kontan, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga: CIMB Niaga Bukukan Laba Rp 5,26 Triliun hingga September 2025, Tumbuh 2,6% YoY

Kata Lani, fee based income CIMB Niaga banyak berasal dari segmen korporasi lewat arranger fee, transaksi pada cash management, serta layanan wealth management. 

Ke depan Lani berharap, fee based income bisa terus tumbuh dan menambah pendapatan, yang mana saat ini porsinya sudah berada di atas 30% dari total revenue.

Untuk diketahui, laba bersih CIMB Niaga dibukukan sebesar Rp 5,26 triliun hingga September 2025, tumbuh 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,13 triliun.

Kenaikan laba ini salah satunya didorong pendapatan bunga bersih yang naik 0,7% menjadi Rp 10,08 triliun. Namun, rasio margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) mengalami koreksi tipis menjadi 4%, turun dari 4,16% pada September 2024.

Penyaluran kredit CIMB Niaga juga tumbuh 4,6% YoY menjadi Rp 228,7 triliun, tetapi masih di bawah rata-rata industri yang mencapai sekitar 7,70% YoY.

Baca Juga: CIMB Niaga Mencatat Permintaan Kredit Korporasi Saat Ini Masih Rendah

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×