kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.988   75,00   0,42%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

CIMB Niaga membuka peluang penurunan bunga KPR


Selasa, 14 November 2017 / 22:04 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk menyatakan sampai dengan akhir tahun dan tahun 2018 mendatang prospek pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) perseroan masih cukup signifikan.

Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bahkan optimistis realisasi pertumbuhan KPR sebesar 10% secara tahunan atau year on year (yoy) dipastikan dapat tercapai.

Salah satunya tercermin dari peningkatan jumlah sales KPR di CIMB Niaga, secara tahun berjalan Lani menyebut pertumbuhannya tembus ke angka 50%.

"Untuk CIMB Niaga sales tahun ini lebih tinggi 50% secara year to date (ytd). Karena di tahun lalu Semester I kami fokuskan ke perbaikan proses dan layanan," katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (14/11).

Salah satunya antara lain telah ditekan rendahnya suku bunga promo KPR CIMB Niaga. Terutama berupa paket KPR CIMB Niaga yang disesuaikan berdasarkan harga rumah dengan kisaran bunga tetap selama 3 tahun sampai 5 tahun dari 6,25% hingga 7,5%.

"Tahun ini bunga sudah turun banyak tahun ini, dan kami salah satu yang terendah di market," tambahnya. Selain itu, mengenai suku bunga Lani bahkan menyebut tidak menutup kemungkinan pihaknya akan kembali menurunkan suku bunga KPR.

Hanya, hal tersebut kemungkinan besar terjadi pada tahun 2018 mendatang tergantung dari penurunan biaya dana atau cost of fund perseroan.

Sebagai gambaran saja, sampai dengan kuartal III 2017 CIMB Niaga telah mencatat peningkatan KPR sebesar 12,1% secara yoy menjadi Rp 26,5 triliun dibanding capaian tahun lalu Rp 23,63 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×