kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.174   15,00   0,08%
  • IDX 5.108   50,58   1,00%
  • KOMPAS100 659   7,58   1,16%
  • LQ45 519   3,92   0,76%
  • ISSI 170   1,06   0,63%
  • IDX30 292   2,01   0,69%
  • IDXHIDIV20 392   0,31   0,08%
  • IDX80 76   0,77   1,02%
  • IDXV30 109   -0,02   -0,02%
  • IDXQ30 98   -0,25   -0,26%

Ciputra Life Buka Peluang Tingkatkan Investasi di Instrumen Green Financing


Senin, 02 November 2026 / 14:28 WIB
Ciputra Life Buka Peluang Tingkatkan Investasi di Instrumen Green Financing
ILUSTRASI. Ciputra Life (Dok/Ciputra Life)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) untuk bisa mengoptimalkan peran sebagai risk absorber dengan berinvestasi ke instrumen sustainable finance atau pembiayaan hijau. OJK bahkan memberikan insentif berupa keringanan dalam perhitungan Risk Based Capital (RBC) terhadap perusahaan di sektor PPDP yang membeli instrumen keuangan berkelanjutan.

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) melihat dukungan regulator, termasuk pengembangan kerangka kebijakan dan insentif yang tepat, dapat membantu memperluas pasar green financing.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menerangkan apabila ketersediaan instrumen yang kredibel, transparan, dan kompetitif makin meningkat, peluang investasi di segmen tersebut juga akan makin terbuka.

Baca Juga: BJB Syariah Buka Suara soal Dugaan Hilangnya Emas Nasabah 2,2 Kilogram

"Pada prinsipnya, kami terbuka untuk meningkatkan eksposur pada instrumen green financing dan instrumen yang berpedoman ESG, sepanjang memenuhi kriteria investasi yang telah ditetapkan kami," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).

Dengan demikian, Hengky menyebut aspek keberlanjutan dapat berjalan, seiring dengan disiplin pengelolaan risiko dan upaya memberikan imbal hasil yang optimal bagi perusahaan.

Lebih lanjut, Hengky menyampaikan Ciputra Life sudah melakukan investasi pada instrumen Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari upaya mendukung praktik investasi yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, dia bilang melihat green financing memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif investasi yang makin relevan.

"Hal itu seiring meningkatnya perhatian terhadap pembiayaan berkelanjutan dan berkembangnya pilihan instrumen di pasar keuangan Indonesia," ujarnya.

Hengky mengatakan bagi perusahaan, investasi berbasis ESG tidak hanya berkaitan dengan aspek keberlanjutan, tetapi juga harus memenuhi prinsip kelayakan investasi. Oleh karena itu, dia bilang Ciputra Life tetap mempertimbangkan kualitas penerbit dari instrumen, risiko, tingkat imbal hasil, likuiditas, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan dan profil risiko perusahaan.

Baca Juga: KDB Tifa Finance (TIFA) Catat Laba Rp 41,78 Miliar per Kuartal III-2026

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Ciputra Life mencatatkan total investasi mencapai Rp 1,27 triliun per September 2026. Adapun Surat Berharga Negara (SBN) menjadi kontributor terbesar mencapai Rp 670,78 miliar.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono berharap pemberian insentif bisa mendorong perusahaan di sektor PPDP untuk membeli produk keuangan yang berbasiskan pada sustainable green economy. 

"Dengan demikian, diharapkan asuransi, dana pensiun, dan penjaminan dapat berkontribusi lebih untuk ekonomi dan lingkungan yang lebih baik di masa mendatang," ucap Ogi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×