Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026, ditopang pertumbuhan premi dan hasil investasi.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, Ciputra Life membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 14,42 miliar, naik 4,64% secara tahunan (year on year/YoY).
Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menyampaikan, kenaikan laba didorong oleh kombinasi pertumbuhan premi, pengelolaan biaya operasional yang efisien, serta kontribusi hasil investasi.
Baca Juga: AAUI: Gejolak Geopolitik Dapat Memberikan Dampak terhadap Bisnis Reasuransi
“Hasil investasi tetap berperan penting sebagai penopang kinerja, namun perusahaan tetap berfokus pada pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (30/4/2026).
Secara rinci, pendapatan premi bruto tercatat meningkat 29,38% YoY menjadi Rp 181,28 miliar. Sementara itu, hasil investasi melonjak 66,77% YoY menjadi Rp 16,61 miliar.
Kenaikan tersebut mendorong total pendapatan Ciputra Life tumbuh 30,33% YoY menjadi Rp 158,08 miliar pada kuartal I-2026.
Untuk menjaga tren pertumbuhan hingga akhir tahun, Ciputra Life menyiapkan sejumlah strategi.
Perusahaan akan mengoptimalkan bisnis existing, khususnya lini asuransi jiwa kredit, serta memperluas pasar segmen corporate solution guna meningkatkan premi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Catat Kinerja Positif, Tugure Bukukan Hasil Jasa Asuransi Rp 192,28 Miliar pada 2025
Di sisi lain, perusahaan juga akan menjaga kualitas portofolio investasi untuk mengoptimalkan imbal hasil (investment yield).
“Kombinasi pertumbuhan premi dan solidnya hasil investasi diharapkan menjadi sinyal positif dalam memperkuat laba bersih perusahaan,” jelas Listianawati.
Meski demikian, Ciputra Life tetap mewaspadai sejumlah tantangan, terutama yang berasal dari kondisi makroekonomi.
Perusahaan memantau dampak terhadap daya beli masyarakat, khususnya dalam pengambilan keputusan terkait produk asuransi yang bersifat jangka panjang.
Baca Juga: Dana Pensiun Lembaga Keuangan Catatkan RoI Sebesar 0,81% per Februari 2026
Selain itu, volatilitas pasar keuangan, terutama fluktuasi suku bunga, juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kinerja portofolio investasi.
“Perusahaan akan terus melakukan evaluasi secara berkala, tetap adaptif, serta menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan usaha, khususnya dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













