kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Dana Kelolaan Kustodian BNI Tembus Rp 300 Triliun di Bulan April 2025


Rabu, 04 Juni 2025 / 21:13 WIB
Dana Kelolaan Kustodian BNI Tembus Rp 300 Triliun di Bulan April 2025
ILUSTRASI. Dana kelolaan kustodian atau asset under custody (AUC) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencapai Rp 300 triliun per April 2025. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana kelolaan kustodian atau asset under custody (AUC) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencapai Rp 300 triliun per April 2025.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengungkapkan, aset tersebut mencakup beragam instrumen keuangan, seperti obligasi, saham, deposito, reksadana, hingga script securities.

Saat ini, terang Okki, BNI telah melayani lebih dari 160 institusi yang terdiri dari perusahaan asuransi, perusahaan sekuritas, lembaga penjaminan, dana pensiun, yayasan, hingga bank pembangunan daerah. Selain itu, layanan ini juga menjangkau nasabah individu dan institusi yang menggunakan kontrak pengelolaan dana (KPD).

Baca Juga: BNI Pastikan Keandalan Layanan Keuangan Nasabah Sepanjang Libur Idul Adha

“Untuk menjawab kebutuhan pasar, BNI Kustodian menyediakan tiga lini utama layanan, yakni Custody Services, Fund Services, dan Wali Amanat,” sebut Okki kepada Kontan, Rabu (4/6).

Okki menjabarkan, layanan Custody Services bertujuan untuk melayani transaksi secara real-time, penitipan dan pengelolaan surat berharga, dan pelaksanaan aksi korporasi seperti pembagian dividen dan rights issue.

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Sindikasi Masih Lesu, BNI Beberkan Penyebabnya

Sementara itu, Fund Services melayani pengelolaan dana investasi seperti reksadana dan KPD. Lalu, layanan Wali Amanat menjadikan BNI sebagai representasi pemegang efek yang mengawasi kepatuhan emiten dan mendukung pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).

“Dengan target pertumbuhan sebesar 20% hingga akhir tahun 2025, BNI optimistis dapat terus memperkuat peran strategis dalam mendukung stabilitas dan perkembangan pasar modal Indonesia,” pungkas Okki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×