kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.818   29,00   0,17%
  • IDX 8.922   -53,67   -0,60%
  • KOMPAS100 1.233   -10,72   -0,86%
  • LQ45 874   -8,92   -1,01%
  • ISSI 328   -1,80   -0,55%
  • IDX30 443   -7,35   -1,63%
  • IDXHIDIV20 520   -13,62   -2,55%
  • IDX80 137   -1,24   -0,90%
  • IDXV30 144   -3,39   -2,30%
  • IDXQ30 143   -2,75   -1,89%

Dana Pensiun Bank Mandiri Jaga Pendanaan di Tengah Perlambatan Peserta Aktif


Selasa, 27 Januari 2026 / 12:01 WIB
Dana Pensiun Bank Mandiri Jaga Pendanaan di Tengah Perlambatan Peserta Aktif
ILUSTRASI. Dana Pensiun Bank Mandiri (Dok/Mandiri Dana Pensiun)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) menyampaikan kinerja pengelolaan dana pensiun tetap berada dalam kondisi terjaga di tengah melambatnya penambahan peserta aktif serta meningkatnya jumlah peserta yang memasuki masa pensiun.

Dari sisi pendanaan, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri, Abdul Hadie, mengatakan, DPBM masih memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran manfaat pensiun.

“Rasio pendanaan masih terjaga jauh di atas 100%, sehingga pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat pensiun tetap dapat dilakukan dengan baik,” ujar Abdul Hadie kepada Kontan, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Dapen BCA Jaga Rasio Pendanaan di Tengah Melambatnya Penambahan Peserta

Seiring perlambatan pertumbuhan peserta aktif, DPBM menyesuaikan strategi investasinya dengan profil kewajiban manfaat pensiun peserta serta dinamika arah dan tren suku bunga. 

Dari penempatan investasi, perusahaan menerapkannya melalui kombinasi instrumen pendapatan tetap dan pasar uang guna menjaga keseimbangan antara likuiditas dan imbal hasil.

“Strategi investasi kami menyesuaikan profil kewajiban manfaat pensiun peserta serta arah dan dinamika tren suku bunga, dengan kombinasi alokasi pada instrumen pendapatan tetap seperti SBN dan obligasi, serta pasar uang sesuai kebutuhan likuiditas dan imbal hasil yang optimal,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan dana pensiun dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya jumlah peserta yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga: Kelola Rp 16 Triliun, DPLK AXA Mandiri Bakal Gaet Pekerja Informal

“Dana pensiun masih memiliki target untuk tetap menjaga likuiditas dalam pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat pensiun, dengan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan instrumen yang likuid,” lanjutnya.

Sepanjang 2025, DPBM mencatatkan pertumbuhan aset neto sebesar 6,75% secara tahunan (year on year/YoY). Rasio pendanaan tercatat masih berada jauh di atas 100%, dengan capaian return on investment (ROI) sebesar 7,83% per tahun.

Selanjutnya: Bersiap! Marketplace Lokal Bakal Wajib Pungut Pajak Merchant di 2026

Menarik Dibaca: Promo Go!Go!Curry! Makan Siang Hemat & Wingstop Tawarkan Voucher Diskon Fantastis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×