Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) mengungkapkan sejumlah dana pensiun (dapen) anggota asosiasi menyatakan minat mereka terhadap instrumen Exhange Traded Fund (ETF) Emas.
"Sejumlah dapen anggota asosiasi sudah menyatakan minat untuk mengkaji maupun masuk ke instrumen ini," ujar Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja kepada Kontan, Kamis (28/8/26).
Ia berkata, ETF Emas memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu instrumen diversifikasi utama bagi industri dapen ke depannya.
Baca Juga: KB Bank Catat Transaksi Trade Finance Tumbuh 62% hingga Juli 2026
Terlebih, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuka ruang alokasi investasi emas bagi dapen melalui ketentuan kesehatan keuangan yang berlaku.
Di sisi lain, potensi ETF Emas sebagai instrumen diversifikasi investasi karena karakteristik emas itu sendiri yang bisa mempertahankan nilai di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Menurut Tondy, itulah yang membuat emas berpotensi jadi penyeimbang dan sarana lindung nilai terhadap volatilitas instrumen saham dan pasar uang dalam portofolio dapen.
Selain itu, struktur ETF Emas yang diperdagangkan di bursa memberikan kemudahan transaksi secara real time dibandingkan kepemilikan emas fisik serta didukung mekanisme kustodian dan Electronic Gold Receipt yang dinilai bisa memperkuat aspek transparansi dan keamanan aset bagi pengelola dapen
Di samping itu, ia menyoroti juga sejumlah risiko yang patut dicermati dapen sebelum masuk ke ETF Emas.
Mulai dari likuiditas perdagangan di bursa yang masih tergolong baru sehingga transaksinya belum sebesar instrumen lainnya. Kemudian, fluktuasi harga emas global dan batasan alokasi investasi serta ketentuan investasi yang ditetapkan OJK bagi dapen
Pemain dapen juga perlu memastikan instrumen tersebut sesuai dengan profil risiko dan horizon investasi peserta. Pasalnya, produk ETF Emas yang tersedia saat ini seluruhnya berbasis struktur syariah sehingga kesesuaiannya dengan kebijakan investasi masing-masing.
Ke depan, Tondy memproyeksikan minat industri dapen terhadap ETF Emas akan terus meningkat secara bertahap. Hal tersebut sejalan dengan makin banyaknya dapen yang melakukan kajian internal dan beberapa di antaranya telah menyatakan ketertarikan bahkan sebelum instrumen tersebut diluncurkan.
Momentum ini juga dinilai bisa makin kuat jika terdapat insentif dari pemerintah, likuiditas pasar ETF Emas terus membaik, dan kian banyak varian produk yang tersedia sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi pengelola dapen.
Meski begitu, tingkat adopsinya saat ini diperkirakan masih akan bergantung pada perkembangan likuiditas pasar serta kejelasan aturan turunan yang mengatur batasan alokasi investasi bagi dana pensiun.
Baca Juga: Penjualan Rumah Tipe Besar Tumbuh, Pembiayaan KPR Susut pada Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














