kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Penjualan Rumah Tipe Besar Tumbuh, Pembiayaan KPR Susut pada Semester I-2026


Jumat, 28 Agustus 2026 / 15:39 WIB
Penjualan Rumah Tipe Besar Tumbuh, Pembiayaan KPR Susut pada Semester I-2026
ILUSTRASI. Pertumbuhan KPR (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Skema pembiayaan properti residensial melalui kredit pemilikan rumah (KPR) berkurang porsinya seiring lesunya pasar rumah bertipe kecil dan menengah. 

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR BI) Triwulan II-2026 menunjukkan, pembelian rumah dari sisi konsumen di pasar primer yang menggunakan skema KPR setara 70,05% dari total skema pembelian.  

Sementara itu, pembelian dengan skema pembayaran tunai bertahap mencapai 20,6% dan tunai sebanyak 9,35%. 

Meski masih mendominasi, skema KPR mulai turun komposisinya. Pada triwulan II-2025, skema KPR masih setara 73,06% dari total pembiayaan, sementara skema pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing sebesar 17,75% dan 9,19%. 

Baca Juga: Jejak Bakti BCA: Cetak Individu Unggul hingga Pemberdayaan Komunitas

Sejalan dengan itu, nilai KPR secara tahunan juga hanya tumbuh 4,7% pada triwulan II-2026, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya berhasil tumbuh 7,81% secara tahunan. 

Sejatinya penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan II-2026 mulai mengalami perbaikan dengan catatan kontraksi 2,36% secara tahunan, lebih baik ketimbang kontraksi 3,8% pada triwulan II-2025. 

Namun jika dirinci, capaian dalam periode ini utamanya ditopang oleh penjualan rumah tipe besar yang berhasil tumbuh 13,08% secara tahunan. Di sisi lain, penjualan rumah tipe kecil dan menengah masing-masing masih terkontraksi sebesar 2,88% dan 10,51% secara tahunan. 

Padahal, hasil survei menunjukkan bahwa harga properti residensial hanya meningkat terbatas, nampak dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang ada di 110,89 atau tumbuh 0,69% secara tahunan pada triwulan I-2026. Sebagai perbandingan, pada triwulan II-2026 IHPR tumbuh 0,9% secara tahunan. 

Hasil survei juga menunjukkan, penghambat utama pengembangan dan penjualan properti residensial meliputi kenaikan harga bahan bangunan, masalah perizinan/birokrasi, suku bunga KPR, proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR, serta perpajakan. 

Baca Juga: BI Ubah Skema KLM, Bank Buka Peluang Penurunan Bunga Kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×